Fajarasia.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial di sela KTT G7 di Prancis. Ia menegaskan bahwa tanpa campur tangan dirinya, Israel tidak akan bertahan hingga kini.
“Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” ujar Trump saat mendampingi Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Pernyataan itu mencerminkan keretakan hubungan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, terutama setelah AS merampungkan kesepakatan damai dengan Iran. Trump juga mengkritik keras serangan udara Israel di Lebanon yang dinilainya menewaskan terlalu banyak warga sipil.
Di Israel, kabar kesepakatan damai AS–Iran memicu kecemasan politik domestik. Pakar militer seperti Brigadir Jenderal Yossi Kuperwasser menilai pemerintahan Trump memberi konsesi terlalu besar kepada Teheran tanpa imbalan yang jelas, sehingga berisiko memperkuat proksi seperti Hezbollah dan Hamas.
Ketegangan ini menambah dinamika hubungan AS–Israel di tengah agenda pemilu Israel yang semakin dekat, sekaligus menyoroti dampak geopolitik dari kesepakatan damai terbaru dengan Iran.***





