Empat WNI Terjebak di Daerah Konflik Sudan

Empat WNI Terjebak di Daerah Konflik Sudan

Fajarasia.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum mengungkapkan ada empat Warga Negara Indonesia (WNI) terjebak dalam konflik bersenjata di negara tersebut. Sekarang ini upaya evakuasi dan penyelamatan sedang dilakukan.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar RI untuk Sudan Sunarko saat dihubungi melalui telp seluler , Senin (10/7/2023). “Ini yang kami dorong agar diupayakan percepatan menjemput, mengambil, dan membawa ke wilayah aman di Port Sudan,” kata Sunarko.

Ia melanjutkan masih ada WNI di Khartoum sebanyak 42 orang dan memastikan sebagian besar dari mereka sudah dievakuasi ke titik aman. “Artinya mereka sekarang ada di berbagai provinsi yang relatif belum terdampak perang,” ujarnya.

Selain itu, ia memastikan hingga saat ini sebanyak 1.009 WNI telah dipulangkan ke Tanah Air. Pemulangan tersebut sebagian besar mahasiswa.

Diketahui, dengan meningkatnya eksalasi konflik, KBRI Sudan dipindahkan ke Port Sudan. Menurut Sunarko, pemindahan kantor KBRI ke Port Sudan karena kondisi di Khartoum yang masih dilanda konflik.

Dubes Sunarko mengatakan pihaknya terus melakukan upaya-upaya diplomasi Indonesia. Selain itu, menjaga kepentingan Indonesia di Indonesia.

“Khususnya untuk evakuasi WNI yang masih tersisa dan tertinggal hingga saat ini. Itu yang menjadi prioritas kita karena masih ada 42 yang tinggal bersama keluarga,” ujarnya.

Dalam menjalankan tugas-tugas sehari-hari KBRI dilakukan Port Sudan dengan tetap dalam kondisi siaga. Hal itu dilakukan jika pada suatu saat kemungkinan dampak dari perang di Sudan meluas.

Diketahui, konflik militer di Sudan antara Sudan Armed Forces dan Rapid Support Forces terjadi sejak April lalu Konflik tersebut mengancam situasi keamanan di ibu kota Sudan.

Sehingga KBRI Khartoum menetapkan status Siaga II pada 16 April 2023. Dengan meningkatnya eskalasi konflik tersebut, pada 20 April 2023, KBRI Khartoum menetapkan status Siaga I.****

Pos terkait