Eks Kabareskrim: Sulit Telusuri Asal Usul Kayu Terbawa Banjir Bandang Sumatra

Eks Kabareskrim: Sulit Telusuri Asal Usul Kayu Terbawa Banjir Bandang Sumatra

fajarasia.id – Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Ito Sumardi mengakui penelusuran asal-usul gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang di Sumatra bukan hal mudah. Ia menyebut kayu bisa berasal dari penebangan ilegal maupun perusahaan legal.

“Menelusuri kayu harus pakai helikopter, dari hilir ke hulu baru bisa dicek legalitas izinnya,” kata Ito, Senin (8/12/2025).

Gelondongan kayu ribuan kubik ditemukan di berbagai titik banjir, mulai dari Sibolga, Tapanuli Selatan, Aceh Tamiang, hingga Danau Singkarak dan Pantai Padang. Ito menilai fenomena ini menunjukkan cakupan hutan yang dibuka sudah sangat luas sehingga fungsi ekologis menahan air hilang.

Ia juga mengungkap modus lama penebangan hutan: kayu ditebang lalu ditempatkan di sungai agar kulitnya terkelupas sebelum ditarik dengan tongkang. Praktik ini disebut ikut memperparah banjir.

Menurut Ito, kayu hasil tebangan biasanya dijual karena bernilai tinggi. Ia menekankan penegakan hukum harus menyasar pemodal dan perusahaan, bukan hanya masyarakat kecil yang bekerja sebagai penebang.

“Legal maupun ilegal, izin perusahaan harus diteliti kembali. Jangan sampai diperluas seenaknya,” tegasnya.

BNPB mencatat hingga Senin (8/12), bencana banjir bandang dan longsor di Sumatra menewaskan 961 orang, 234 hilang, dan sekitar 5.000 luka-luka. Kerusakan meliputi lebih dari 156 ribu rumah serta ratusan fasilitas umum, pendidikan, ibadah, dan kesehatan di 52 kabupaten terdampak.***

 

Pos terkait