Fajarasia.id — Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. Agenda utama rapat tersebut adalah membahas evaluasi program 2025 sekaligus rencana kerja Kementerian Perindustrian untuk tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan bahwa rapat ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPR terhadap kebijakan pemerintah, termasuk anggaran dan ruang lingkup kerja kementerian.
“Hari ini kita melakukan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Evita saat membuka rapat.
Rapat dihadiri Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza beserta jajaran pejabat kementerian, serta 26 anggota Komisi VII DPR RI dari berbagai fraksi, sehingga memenuhi kuorum untuk digelar.
Target Industri 2026
Dalam pemaparannya, Menperin Agus Gumiwang menyampaikan sejumlah target strategis untuk tahun 2026. Pertumbuhan industri pengolahan nonmigas ditargetkan mencapai 5,51 persen dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 18,56 persen.
Selain itu, sektor industri diharapkan mampu meningkatkan peran dalam ekspor nasional hingga 74,85 persen dari total ekspor. Dari sisi ketenagakerjaan, industri ditargetkan menyerap 14,68 persen tenaga kerja nasional dengan produktivitas mencapai Rp126,2 juta per orang per tahun.
“Industri harus menjadi motor penggerak ekonomi, baik dari sisi ekspor maupun penyerapan tenaga kerja,” tegas Agus.
Evaluasi dan Pengawasan
Rapat kerja ini juga membahas evaluasi kinerja program 2025, sebagai bahan pertimbangan untuk memperkuat rencana kerja tahun berikutnya. Evita menekankan bahwa setiap rapat DPR bersifat terbuka kecuali dinyatakan tertutup, sehingga masyarakat dapat mengikuti perkembangan kebijakan yang dibahas.
Dengan target ambisius yang dipaparkan, DPR menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya program kerja Kementerian Perindustrian agar benar-benar memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.





