Fajarasia.id – Terjaring Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bupati Labuhanbatu, Erik Adtrada Ritonga juga merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Labuhanbatu. NasDem prihatin dengan kabar tersebut.
“Kami prihatin dengan hal ini,” kata Ketua DPP NasDem Charles Meikyansah saat dihubungi, Kamis (11/1/2024).
Charles mengatakan pihaknya belum mengetahui lebih lanjut soal OTT tersebut. NasDem menunggu keterangan resmi KPK.
“Kami masih menunggu keterangan resmi dari KPK,” ujarnya.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) penyelenggara negara di Labuhanbatu, Sumatera Utara. Salah satu pihak yang ditangkap ialah Bupati Labuhanbatu Erik Adtrada Ritonga.
“Benar, salah satunya Bupati Labuhanbatu,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dihubungi, Kamis (11/1/2024).
OTT di Labuhanbatu ini merupakan kegiatan tangkap tangan pertama KPK pada 2024. KPK mengatakan OTT tersebut terkait kasus suap.
“KPK telah melakukan giat tangkap tangan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu terhadap terduga penyelenggara negara yang diduga menerima pemberian hadiah atau suap,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.
Selain Bupati Labuhanbatu, KPK menangkap pihak lainnya. Tim KPK turut menyita barang bukti uang dari operasi tersebut.
Dari berbagai sumber, Erik Adtrada Ritonga menjadi Bupati Labuhanbatu setelah memenangkan pertarungan Pilkada 2020 bersama wakilnya, Ellya Rosa Siregar yang diusung oleh empat partai politik, yakni Partai Hanura, Partai Nasdem, PDI Perjuangan, dan PKB.
Pada saat Pilkada tersebut, Erik masih menjadi politikus Partai Hanura. Dan pada 2022 hingga saat ini, Erik pindah ke Nasdem. Di Nasdem, Erik menjabat sebagai Ketua DPD Nasdem Labuhanbatu sejak Agustus 2022.
Erik juga pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Dapil Sumut 2 periode 2014-2019.
Sebelumnya, Jurubicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan KPK, Ali Fikri membenarkan bahwa pihaknya melakukan tangkap tangan terhadap penyelenggara negara di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu, salah satunya Bupati Erik.
“Benar, salah satunya Bupati Labuhanbatu,” kata Ali kepada wartawan, Kamis sore (11/1).
Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak mengatakan, dalam tangkap tangan itu, selain penyelenggara negara Pemkab, pihaknya juga menangkap anggota DPRD Labuhanbatu.
“Benar ada tangkap tangan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan dan atau suap terhadap penyelenggara negara di Pemkab dan Anggota DPRD Labuhanbatu,” kata Johanis , Kamis sore (11/1).
Johanis menjelaskan, dari kegiatan tangkap tangan itu, ada belasan orang yang terjaring tangkap tangan.
“Seingat saya ada 11 orang (yang ditangkap)” pungkas Johani.***





