Dinilai Tak Mampu Tuntaskan Kasus Embung Noemuti, Kajati Diminta Copot As Intel

Dinilai Tak Mampu Tuntaskan Kasus Embung Noemuti, Kajati Diminta Copot As Intel

Fajarasia.id – Setelah dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket) oleh bidang intelejen Kejati NTT selama 14 hari, Araksi NTT mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H untuk segera melakukan gelar perkara dugaan korupsi proyek pekerjaan embung Noemuti, di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) senilai Rp. 880. 000. 000.

Pasalnya, setelah dilakukan Pulbaket selama 14 hari dan 30 hari wajib hukumnya dilakukan gelar perkara untuk diketahui duduk persoalan kasus itu, namun hingga saat ini Asisten Intelejen (As Intel) Kejati NTT, Abasch, S. H, M. H, enggan melakukan gelar perkara dihadapan Kajati NTT, Hutama Wisnu, S. H, M. H, tanpa alasan yang jelas.

“Kami minta Kajati NTT segera memanggil dan mendesak Asintel Kejati NTT, Asbach, S. H, M. H, untuk segera gelar perkara dugaan korupsi pekerjaan embung Noemuti di Kabupaten TTU yang kami laporkan yang diduga kuat syarat akan Kolusi Korupsi Nepotisme (KKN),” kata Ketua Araksi NTT, Alfred Baun, Selasa¬† (03/01/2023).

Menurut Alfred, tujuan didesaknya Kajati NTT untuk segera dilakukan gelar perkara agar diketahui hasil Pulbaket yang dilakukan oleh bidang intelejen Kejati NTT yang dipimpin langsung oleh As Intel Kejati NTT, Asbach, S. H, M. H.

Ditegaskan Alfred, tidak gelar perkara tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan waktu yang telah ditentukan berdasarkan undang – undang yang berlaku, maka kuat dugaan bidang intelejen Kejati NTT khususnya As Intel Kejati NTT telah lalai dalam melaksanakan tugasnya sebagai aparat penegak hukum (APH) dalam memberantas tindak pidana korupsi.

“Hal lain adalah bisa menimbulkan spekulasi dari publik menilai bahwa As Intel dan para penyidiknya diduga berupaya untuk menyelematkan para koruptor yang kerjakan proyek Embung Noemuti TTU. Dan, diduga bahwa mereka telah mendapatkan sesuatu dari pekerjaan embung Noemuti,” tegas Alfred.

“Untuk tidak menimbulkan Opini publik yang menilai AS Intel Buruk maka segra Expose kasus Embung Noemuti TTU dalam waktu singkat ini,” tambah Alfred.

Masih dilanjutkannya, karena tidak mampu menuntaskan kasus Embung Noemuti, Araksi meminta kepada Kajati NTT, Hutama Wisnu untuk segera melakukan mutasi atau memindahkan Asisten Intelejen (As Intel) Kejati NTT, Asbach, S. H, M. H.

“Segera pindahkan AS Intel Kejaksaan Tinggi NTT, karena kinerjanya sangat buruk. Catatan ARAKSI terhadap As Intelijen Kejati NTT tidak berhasil dalam mengungkap Kasus korupsi yang di laporkan Araksi NTT,” ungkapnya.(rey)

Pos terkait