Fajarasia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertahan di zona merah dalam penutupan perdagangan hari ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG turun 0,04 persen atau sekitar 3 poin ke level 7.080.
Di sesi perdagangan pertama, IHSG bergerak di zona hijau dengan level tertingi 7.129. Namun di sesi perdagangan kedua, IHSG turun ke zona merah dengan level terendah 7.046.
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, pengaruh faktor eksternal lebih mendominasi pergerakan indeks bursa saham utamanya di Asia. Sehingga bursa saham di Asia pada hari ini juga ditutup dengan indeks yang beragam.
Salah satunya pengaruh dolar yang terus menguat, membuat mata uang seperti Yen, Euro dan Yuan mendekati posisi terendah. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan lambat memangkas suku bunga, apalagi data ekonomi Amerika Serikat terlihat stabil, demikian Tim Pilarmas, Kamis (9/1/2025).
Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan dilakukan The Fed pada bulan Juli 2025. Berbeda dengan bank sentral Eropa yang diperkirakan akan memangkas suku bunganya lebih dalam sebesar 100 basis poin di tahun ini.
Setelah data lowongan kerja dan Purchasing Managers’ Index, AS akan merilis data pekerjaan nonpertanian. Data Non-Farm Payrolls diperkirakan akan meningkat sebanyak 154.000 di bulan Desember, setelah melonjak 227.000 di bulan November, menurut Tim Pilarmas,
Hari ini sebanyak 358 saham harganya turun, 316 saham stagnan dan 276 saham harganya naik. Saham-saham sektor bahan baku, siklikal (barang sekunder) dan industrial turun paling dalam dan menjadi penekan IHSG.
Saham-saham yang paling aktif diperdagangkan hari ini masih didominasi oleh saham perbankan, yaitu saham BMRI, BBRI, BBCA. Saham lainnya juga aktif di perdagangan hari ini adalah RAJA, PANI, BREN.
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 16,13 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan satu juta kali transaksi. Total nilai perdagangan mencapai Rp9,23 triliun dengan kapitalisasi pasar modal sebesar Rp12.372 triliun.****




