Diancam Trump, Iran Peringatkan Balasan Lebih Dahsyat

Diancam Trump, Iran Peringatkan Balasan Lebih Dahsyat

Fajarasia.id – Komando militer pusat Iran memperingatkan akan melancarkan serangan balasan yang lebih dahsyat jika Amerika Serikat benar-benar menyerang infrastruktur sipil di Iran. Ancaman ini disampaikan sebagai respons atas pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan bila Selat Hormuz tidak segera dibuka.

“Jika serangan terhadap sasaran sipil terulang, tahapan selanjutnya dari operasi ofensif dan pembalasan kami akan jauh lebih dahsyat dan meluas,” tegas juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, Senin (6/4/2026).

Trump sebelumnya menetapkan tenggat 10 hari bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital energi global yang terhenti sejak serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Dalam unggahan di media sosial, Trump menggunakan bahasa kasar dan menegaskan serangan akan dilakukan besok jika selat tetap ditutup.

Iran melalui misi di PBB mengecam ancaman tersebut dan menilai tindakan menyerang infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Mereka menyerukan komunitas internasional segera bertindak sebelum terlambat.

Pejabat Iran juga menegaskan Selat Hormuz hanya akan dibuka setelah adanya pembayaran ganti rugi atas kerusakan akibat perang. Ancaman Trump disebut sebagai tanda putus asa dan kemarahan AS.****

Pos terkait