Defisit Berpotensi Melebar, Purbaya Pastikan Ekonomi Tetap Aman

Defisit Berpotensi Melebar, Purbaya Pastikan Ekonomi Tetap Aman

Fajarasia.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan mengganggu pergerakan ekonomi nasional. Hal itu disampaikan seusai menghadiri Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026, Jumat (2/1/2026).

“Mungkin defisit akan bergerak sedikit ke atas. Tapi yang jelas, kami amankan agar tidak melanggar undang-undang,” ujar Purbaya.

Menurutnya, defisit APBN 2025 diperkirakan naik dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,78 persen terhadap PDB, akibat perlambatan ekonomi tahun lalu. Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah pemulihan agar kinerja ekonomi tetap terkendali.

Purbaya optimistis, seiring membaiknya perekonomian, defisit akan kembali stabil. Ia menekankan bahwa pergerakan ekonomi yang positif akan berdampak langsung pada keuntungan perusahaan dan harga saham di pasar modal.

“Yang penting ekonomi makin bergerak, keuntungan perusahaan juga makin baik. Otomatis nanti akan diterjemahkan kepada harga saham yang lebih tinggi,” tambahnya.

Catatan Defisit APBN

Target awal defisit APBN 2025: 2,53 persen PDB

Dikoreksi menjadi: 2,78 persen PDB

Realisasi per 30 November 2025: 2,35 persen PDB atau Rp560,3 triliun

Sementara itu, pendapatan negara tercatat sebesar Rp2.351,5 triliun atau 82,1 persen dari outlook APBN 2025 sebesar Rp2.865,5 triliun. Adapun belanja negara mencapai Rp2.911,8 triliun, setara 82,5 persen dari proyeksi Rp3.527,5 triliun.

Meski penerimaan negara diperkirakan tidak mencapai target (shortfall), Purbaya memastikan defisit tetap aman di bawah ambang batas 3 persen PDB sebagaimana diatur dalam undang-undang.

Pos terkait