Catherine Connolly Menang Telak, Siap Pimpin Irlandia sebagai Presiden ke-10

Catherine Connolly, Presiden Terpilih Irlandia
Catherine Connolly, Presiden Terpilih Irlandia

Fajarasia.id  — Catherine Connolly, politisi independen yang dikenal vokal dalam isu sosial dan hak asasi manusia, berhasil memenangkan pemilihan Presiden Irlandia dan akan menjabat sebagai Presiden ke-10 negara tersebut. Kemenangan ini diumumkan secara resmi pada Sabtu malam di Dublin Castle.

Connolly meraih sekitar 63,3% suara pilihan pertama, mengalahkan pesaing utamanya Heather Humphreys dari partai Fine Gael yang memperoleh 29,5% suara. Kandidat lain, Jim Gavin dari Fianna Fáil, yang sempat mundur dari pencalonan namun tetap tercantum di surat suara, memperoleh 7,2% suara.

Dalam pidato kemenangannya, Connolly menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Irlandia, tanpa memandang latar belakang politik. “Saya akan menjangkau semua warga, terlepas dari pilihan politik mereka,” ujarnya pada Minggu (26/10/2025).

Connolly akan menggantikan Presiden Michael D. Higgins, yang telah menyelesaikan dua periode masa jabatan. Higgins menyampaikan ucapan selamat melalui sambungan telepon dan menyatakan bahwa kantor kepresidenan akan memberikan dukungan penuh untuk persiapan pelantikan yang dijadwalkan pada 11 November 2025.

Latar Belakang dan Kiprah Politik
Sebelum terpilih sebagai Presiden, Connolly menjabat sebagai anggota parlemen (Teachta Dála) sejak 2016 dan menjadi wakil ketua perempuan pertama di Dáil Éireann pada 2020. Ia dikenal sebagai sosok yang berani menyuarakan isu-isu global, termasuk dukungan terhadap Palestina dan kritik terhadap kebijakan Israel di Gaza.

Dengan latar belakang sebagai psikolog klinis dan pengacara, Connolly memiliki pemahaman mendalam terhadap isu sosial dan hukum. Dukungan luas terhadapnya diyakini berasal dari sikap tegasnya dalam memperjuangkan keadilan dan hak asasi manusia.

Kemenangan Connolly juga menandai kelanjutan tradisi kepemimpinan progresif di Irlandia, menyusul jejak presiden sebelumnya seperti Mary Robinson dan Michael D. Higgins. Ia akan menjadi presiden perempuan ketiga dalam sejarah Irlandia dan melanjutkan peran simbolis sebagai suara moral bangsa.***

Pos terkait