Fajarasia.id– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau menetapkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kepala Pelaksana BPBD Riau Edy Afrizal mengatakan status siaga karhutla ini berlaku hingga sembilan bulan ke depan.
“Karena dampaknya sangat luas. Kemudian, kita melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk membantu menjaga Riau jangan sampai berkabut asap,” kata Edy saat dihubungi, Minggu(19/2/2023).
Ia mendorong masyarakat menjaga desanya dan kampungnya dari kebakaran hutan dan lahan. “Namanya rumah tentu yang punya rumah harus menjaga enggak mungkin tetangganya,” ujarnya.
Di sisi lain, pihaknya telah menghitung jumlah desa yang rawan Karhutla. “Kita sudah menginventarisir dari dua belas kabupaten/kota, ada 159 desa yang menjadi titik rawan karhutla,” ujarnya.
Berdasarkan data BPBD Riau sejak 1 Januari-11 Februari 2023 terdapat 15 koordinat titik panas yang tersebar di kabupaten/kota. Mereka ada di Indragiri Hilir lima titik, Siak empat titik, Kampar dua titik.
Sementara, di Dumai terdapat satu titik, Rokan Hulu satu titik, Indragiri Hulu satu titik, dan Pelalawan satu titik. Untuk mengantisipasinya dibangun 525 unit sumur bor, sekat kanal 9.672 unit, dan embung 1.546 unit.
Pompa pemadam api juga disediakan sebanyak 817 unit. Sementara, selang pemadam api disediakan 1.499 rol.
“Namun demikian keberadaan peralatan tersebut juga perlu dicek kembali dan berkoordinasi dengan daerah jika ada kebutuhan yang kurang,” katanya.***





