Fajarasia.id – Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali menemukan delapan jenazah korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, pada Sabtu (15/11/2025). Dengan penemuan terbaru ini, jumlah korban meninggal dunia akibat longsor yang terjadi sejak Kamis (13/11) meningkat menjadi 11 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa masih ada 12 orang yang belum ditemukan. Sebanyak 520 personel SAR gabungan diterjunkan untuk mempercepat pencarian. Operasi juga didukung dengan penambahan alat berat, termasuk tujuh unit eskavator yang mulai bekerja sejak Sabtu pagi.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, yang meninjau langsung lokasi, meminta agar jumlah eskavator ditambah menjadi 12 unit. Hal ini dilakukan karena timbunan material longsor mencapai ketebalan 2 hingga 8 meter, sehingga pencarian tidak memungkinkan dilakukan dengan peralatan sederhana.
Budi menegaskan bahwa seluruh sumber daya akan dimaksimalkan, termasuk pengoperasian alat berat selama 24 jam dengan sistem bergilir bagi personel. “Sumber daya manusia bisa bergantian, tetapi alat berat harus terus aktif,” ujarnya.
Selain eskavator, BNPB juga mengerahkan 19 anjing pelacak dari Kantor SAR Semarang, Polda Jawa Tengah, dan sejumlah Polres di wilayah tersebut. Anjing-anjing yang digunakan, mayoritas berjenis Belgian Malinois dan German Shepherd, memiliki kemampuan khusus dalam mendeteksi korban di bawah timbunan material.
Penemuan delapan jenazah tambahan ini menunjukkan betapa besar dampak longsor di Cilacap. Dengan operasi pencarian yang terus diperkuat, BNPB berharap seluruh korban dapat segera ditemukan sehingga proses penanganan bencana bisa berjalan lebih cepat dan menyeluruh.****




