BNPB: Enam Jembatan Penghubung Desa di Sukabumi Putus Akibat Banjir

Jembatan Cidadap di Kabupaten Sukabimi merupakan salah satu infrastruktur yang rusak berat akibat bencana banjir. Jembatan vital ini menghubungkan Desa Cidadap dan Desa Loji
Jembatan Cidadap di Kabupaten Sukabimi merupakan salah satu infrastruktur yang rusak berat akibat bencana banjir. Jembatan vital ini menghubungkan Desa Cidadap dan Desa Loji

Fajarasia.id –  Banjir besar yang terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat (7/3/2025) kemarin, meluluh lantahkan wilayah tersebut. Salah satu yang paling terdampak di Kecamatan Simpanan yang menyebabkan jembatan penghubung antardesa putus.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, menyebut, sebanyak enam jembatan rusak. Rinciannya, tiga unit jembatan rusak sedang dan tiga unit jembatan rusak berat.

Bencana ini juga menyebabkan 16 titik jembatan antardesa ikut terdampak dan 27 titik jalan ikut terdampak. Selanjutnya, ada juga satu sarana kesehatan yang rusak.

Kemudian BPBD mencatat jumlah rumah warga yang rusak mencapai 335 unit. Adapun skala kerusakan sedang, ringan hingga berat.

Banjir ini sebelumnya merendam belasan desa di 22 kecamatan se-Sukabumi. Namun, saat ini sudah dinyatakan surut.

Berdasarkan data dari tim reaksi cepat di lapangan, tercatat sebanyak 150 unit rumah rusak ringan, 110 unit rumah rusak sedang. Serta 95 unit rumah rusak berat.

“Sebagai langkah percepatan penanganan bencana di Kabupaten Sukabumi, Dinas PUPR setempat telah menurunkan alat berat,” kata Muhari keterangan di Jakarta, Minggu (9/3/2025). Ia juga mengatakan, bahwa BNPB bersama kementerian terkait dan Pemerintah Kabupaten Bogor sudah mengaktifkan tiga posko darurat.

Hal ini untuk menunjang percepatan upaya tanggap darurat dan pemulihan dampak bencana hidrometeorologi basah ini. Untuk posko utama didirikan di Pendopo Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Sementara posko lapangan terletak Pelabuhan Ratu, dan posko logistik yang terletak di Kantor BPBD Kabupaten Sukabumi. Warga yang terdampak sementara bertahan di tiga posko tersebut.

Adapun logistik bantuan yang masuk dalam kategori kebutuhan paling mendesak adalah pasokan makanan siap saji, air mineral. Hingga selimut, matras, alat kebersihan dan hygiene kit untuk pengungsi terutama yang sedang mengungsi secara mandiri.

Adapun kondisi terkini terkait bencana tanah longsor, ada tiga kecamatan yang masih dalam masa tanggap darurat. Yaitu, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kecamatan Simpenan, dan Kecamatan Lengkong.

“Lalu ada lima korban meninggal dunia dan empat dilaporkan masih hilang. Atau masih dalam upaya pencarian oleh tim SAR gabungan,” ujarnya.****

Pos terkait