Fajarasia.id — Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menggelar Friendly Talk bersama Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Jepang di Gedung Nusantara III, Senayan. Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi Official Development Assistance (ODA) Jepang–Indonesia, sekaligus mengevaluasi proyek yang telah berjalan dan membuka peluang kerja sama baru di masa depan.
Anggota BKSAP DPR RI, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa ODA Jepang selama ini telah memberi kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Menurutnya, forum ini menjadi momentum strategis untuk meninjau capaian sekaligus merumuskan arah kerja sama yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. “Ke depan, kami berharap kerja sama ini semakin ditingkatkan, terutama dalam sektor pembangunan sumber daya manusia,” ujarnya.
Gobel menekankan bahwa penguatan SDM merupakan fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Ia mendorong agar ODA Jepang diarahkan pada program pelatihan vokasi, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta pengembangan kompetensi generasi muda. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya pelatihan bagi petani muda Indonesia agar sektor pertanian dan perkebunan mampu bertransformasi menjadi lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
Selain SDM dan pertanian, Gobel juga menekankan perlunya dukungan Jepang dalam penyediaan infrastruktur dasar, khususnya akses air bersih. Menurutnya, isu ini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah, terutama Indonesia Timur. “Air bersih sangat vital, bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dalam mengatasi persoalan kesehatan seperti stunting,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pertemuan dengan parlemen Jepang tidak boleh berhenti pada diskusi semata. Tindak lanjut konkret melalui dialog berkesinambungan antarparlemen kedua negara diperlukan untuk memastikan keberlanjutan program ODA yang berdampak langsung bagi masyarakat. “Kita harus terus membangun komunikasi agar kerja sama ini berjalan optimal,” tandas politisi Fraksi NasDem tersebut.
Pertemuan ini menegaskan komitmen BKSAP DPR RI untuk terus mendorong kerja sama bilateral yang responsif terhadap kebutuhan rakyat, dengan fokus pada tiga sektor strategis: pembangunan SDM, modernisasi pertanian, dan penyediaan air bersih.





