Fajarasia.id – Ketua Badan Anggaran DPR RI, Said Abdullah, menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang mencapai Rp18.029 per dolar. Ia menilai rupiah seharusnya tidak melebihi Rp17.600.
“Pelemahan rupiah hari ini menyentuh batas level psikologi. Pasar keuangan kita, khususnya di bursa, sekarang indeks harga saham gabungan minus sekitar 3,04 persen,” ujar Said di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, pelemahan rupiah bukan hanya soal fundamental ekonomi, melainkan juga tata kelola kebijakan fiskal. Ia berharap ada sinergi bauran fiskal melalui forum Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) untuk memperkuat stabilitas.
Said menekankan perlunya langkah mitigasi dari pemerintah dengan membangun ekosistem kepastian hukum serta kebijakan yang transparan dan akuntabel. “Kami akan membangun optimisme dengan meminta pemerintah melakukan mitigasi terhadap kelemahan rupiah yang terus menerus ini,” katanya.***





