Balai benih induk Kaltim diharap bisa suplai bibit se- Kalimantan

Balai benih induk Kaltim diharap bisa suplai bibit se- Kalimantan

Fajarasia.id – Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Isran Noor mengharapkan Balai Benih Induk (BBI) Tanaman Pangan dan Holtikulutura di wilayah setempat bisa memproduksi benih tanaman varietas unggul agar bisa menjadi penyuplai benih tanaman untuk kawasan di Pulau Kalimantan.

“Dengan lahan seluas 35 hektar didukung laboratorium jaringan kultur, maka BBI ini akan menjadi penyuplai berbagai benih hortikultura di Kalimantan bahkan Indonesia,” kata Isran Noor melalui rilis yang diterima Redaksi, Selasa (8/8/2023).

Isran mengatakan saat ini Balai Benih yang berlokasi si Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kutai Kartanegara itu telah memproduksi benih pisang hasil kultur jaringan.

Setelah mengantongi surat keputusan (SK) Penetapan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor meminta UPTD Balai Benih Induk (BBI) Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) mengembangkan tanaman Ulin.

“Saya berharap bukan hanya pisang, tapi kultur jaringan juga kembangkan Ulin selain tanaman hortikultura lainnya,” pinta Gubernur Isran Noor.

Menurut orang nomor satu Benua Etam ini, sistem pengembangan tanaman melalui teknologi kultur jaringan saat ini sangat mudah dilakukan didukung berbagai teknologi pertanian.

Misalnya pisang ujarnya, dulu kalau ingin dikembangbiakkan, terlebih dulu dipotong-potong bonggol indukan dan dibiarkan, maka akan tumbuh dengan sendirinya.

“Tapi sekarang, kultur jaringan dapat dilakukan dengan mudah dan dimana saja. Mau di pucuk, di pelepah, di batang, atau dimana saja pada pohon pisang, maka dia tetap menghasilkan bibit pisang. Dan pisang yang bermacam-macam, mau pisang apa saja, bisa,” jelasnya.

Termasuk tanaman yang berstruktur batang keras seperti Ulin dan jenis tanaman buah seperti alpukat, juga tanaman porang dan lainnya.

“Ulin itu sudah ada yang telah mengembangkan, masa kita di Kaltim ini tidak bisa. Padahal Ulin itu tanaman endemik kita di Kalimantan ini. Tantangan dan peluang ya buat balai benih ini,” ujarnya.

Karenanya, mantan Bupati Kutai Timur ini pun berharap keberadaan laboratorium dan SDM kultur jaringan mampu meningkatkan kinerja serta produksi UPTD BBI TPH Loa Janan untuk memenuhi kebutuhan benih dan bibit tanaman hortikultura di Kaltim bahkan tanah air.

“Para penyalur bibit sudah siap untuk membeli dan menyalurkan bibit-bibit yang dihasilkan balai benih,”jelasnya.***

Pos terkait