AS-Iran Saling Ancam, Krisis Energi Kian Memanas

AS-Iran Saling Ancam, Krisis Energi Kian Memanas

Fajarasia.id  — Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ultimatum keras kepada Iran terkait penutupan Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia. Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika jalur tersebut tidak segera dibuka dalam 48 jam.

Ancaman ini muncul di tengah gangguan lalu lintas kapal di Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global. Kondisi tersebut telah memicu lonjakan harga energi, dengan harga gas di Eropa naik hingga 35 persen dalam sepekan terakhir.

Iran merespons dengan peringatan keras. Komando militer Khatam al-Anbiya menyatakan siap menyerang infrastruktur strategis milik AS dan sekutunya jika fasilitas energi Iran diserang. Target ancaman mencakup listrik, teknologi informasi, hingga pasokan air.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya “perang energi” yang menyasar fasilitas sipil vital. Banyak kapal kini menghindari jalur Selat Hormuz, memperburuk risiko pasokan energi global. Jika eskalasi berlanjut, pasar minyak dan gas dunia berpotensi mengalami guncangan lebih dalam, termasuk tekanan inflasi global.***

Pos terkait