Fajarasia.id – Perdana Menteri Haiti Ariel Henry mengumumkan pengunduran diri seperti dilansir Reuters, yang dikutip Redaksi pada rabu (13/3/2024). Haiti dilanda kerusuhan melibatkan geng-geng kriminal untuk mendesak mundur Henry.
Kabar pengunduran diri Henry disampaikan pemimpin Komunitas Karibia, organisasi perkumpulan negara-negara di kawasan. Henry menjabat sebagai perdana menteri sejak 2021 terkait pembunuhan presiden sebelumnya, Jovenel Moise.
Para pemimpin kawasan bertemu di dekat Jamaika untuk membahas kerangka kerja transisi politik. Amerika Serikat (AS) pada pekan lalu juga menyerukan percepatan pembentukan dewan kepresidenan untuk menggelar pemilu guna mengatasi konflik.
Geng kriminal menyerang beberapa gedung pemerintah di Ibu Kota Port au Prince termasuk Istana Kepresidenan. Selain itu mereka juga menyerang kantor Kementerian Dalam Negeri dan kantor polisi.
“Sekitar 12 anggota geng tewas. Dalam aksi itu,” kata seorang sumber pejabat.
Media lokal melaporkan, warga Haiti menyaksikan baku tembak dan ledakan dalam bentrokan antara anggota geng dengan polisi. Akibatnya ratusan orang terpaksa meninggalkan daerah tersebut.
Sebelum itu geng bersenjata menyerbu penjara terbesar Haiti kemudian melepas sejumlah narapidana. Mereka kemudian bersatu untuk menyerbu satu penjara lainnya.
Atas peristiwa itu, pihak berwenang Haiti mengumumkan keadaan darurat 72 jam. Termasuk jam malam untuk memburu para pelaku.
Haiti terperosok dalam krisis sosial dan politik yang parah pascapembunuhan Presiden Moise pada 7 Juli 2021. Negara Karibia itu menghadapi peningkatan aktivitas geng kriminal yang belum pernah terjadi sebelumnya.





