Fajarasia.id – Arab Saudi kembali menegaskan ambisinya sebagai pemain utama sektor pertambangan dunia lewat penyelenggaraan Future Minerals Forum (FMF) edisi kelima yang akan digelar di Riyadh pada 13–15 Januari 2026. Forum ini mengusung tema “Fajar bagi Perjuangan Global” dan disebut menjadi ajang strategis untuk membahas masa depan industri mineral.
Wakil Menteri Perindustrian dan Sumber Daya Mineral untuk Urusan Pertambangan, Khalid Al-Mudaifer, menekankan FMF telah menjadi platform internasional penting dalam membentuk dialog global mengenai pengelolaan mineral dan rantai pasokan yang bertanggung jawab.
“FMF mempertemukan pemerintah, sektor swasta, lembaga keuangan, dan mitra pengetahuan untuk tujuan praktis bersama: mengamankan pasokan mineral yang dibutuhkan pembangunan global,” ujarnya.
Al-Mudaifer menjelaskan visi forum dibangun di atas tiga pilar:
- Memaksimalkan manfaat ekonomi bagi negara produsen.
- Menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas bagi pasar dan masyarakat lokal.
- Memperkuat kapasitas kelembagaan agar kebijakan bisa dijalankan efektif.
Ia juga menyoroti keterbatasan pendanaan infrastruktur dan eksplorasi sebagai hambatan utama. Sejak diluncurkan pada 2022, FMF mendorong peralihan dari sekadar dialog menuju solusi konkret, termasuk kerja sama dengan Bank Dunia untuk memobilisasi modal multilateral.
Direktur Eksekutif FMF, Ali Al-Mutairi, menyebut forum ini berkembang pesat menjadi wadah utama bagi pemerintah dan pemimpin industri global. Program FMF 2026 dirancang agar dialog strategis berlanjut ke komitmen nyata pasca-forum.
Pertemuan Meja Bundar Menteri Internasional akan tetap menjadi agenda utama, dengan target partisipasi dari 100 negara dan 70 organisasi internasional. Lebih dari 400 pembicara dijadwalkan hadir, termasuk CEO dan pemimpin senior dari sektor otomotif, energi, hingga pusat data.
Forum tahun ini juga akan memperkenalkan sejumlah program, antara lain:
- Mining Investment Journey
- Gateway to Funding bersama Bank of Montreal
- Lokakarya MinGen untuk generasi muda dan perempuan
- Platform inovasi MinValley
- Knowledge Exchange
Selain itu, akan digelar pertemuan khusus seperti Pertemuan Pemimpin Survei Geologi Internasional ketiga dan Pertemuan Pusat Keunggulan dan Teknologi kedua, serta lokakarya kepemimpinan regional untuk Afrika, Asia Tengah, dan Amerika Latin.
FMF 2026 diperkirakan dihadiri lebih dari 20 ribu peserta, termasuk menteri, pemimpin global, akademisi, lembaga keuangan, dan perusahaan pertambangan internasional. Laporan Mineral Masa Depan hasil kerja sama dengan McKinsey & Company juga akan diluncurkan sebagai salah satu agenda utama.





