Fajarasia.id Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menegaskan, peran strategis generasi muda dalam menentukan masa depan Indonesia. Hal ini, disampaikannya saat menghadiri International Seminar ASEAN Youth Future Summit 2025 di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Politikus PDIP ini meminta, generasi muda menjadi bagian dari solusi atas tantangan nasional. Ia menekankan, pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi dinamika geopolitik yang semakin kompleks.
“Anak muda itu harapan kita di masa depan. Para pemuda harus mampu menjadi bagian dari solusi atas tantangan nasional maupun geopolitik yang dihadapi bangsa,” kata Novita dalam keterangannya, di Jawa Timur, yang dikutip Redaksi pada Minggu (16/11/2025).
Menurutnya, nilai perjuangan para pendiri bangsa harus terus diamalkan pemuda Indonesia. Semangat Bung Karno dan nilai Pancasila, diungkapkannya, dapat menjadi pedoman menghadapi perubahan global.
Selain itu, Novita menyoroti ketimpangan akses pendidikan yang masih dialami banyak daerah. Kondisi tersebut dinilai menghambat anak muda dalam meraih kesempatan yang sama.
“Akses pendidikan yang tidak merata sangat merugikan generasi muda. Mereka butuh kesempatan yang sama untuk bermimpi dan berkembang,” ujarnya.
Novita juga mendorong pemuda tidak takut menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, keberanian melampaui rasa takut menjadi kunci meraih masa depan.
“Semua berhak bermimpi. Rasa takut itu wajar, tapi kalau tidak berani melewatinya, kita tidak akan memenangkan kehidupan,” katanya.
Novita juga mengingatkan pentingnya literasi sebagai fondasi utama masa depan bangsa. Sebab, menurutnya literasi membuat seseorang mampu menjalankan amanah secara bertanggung jawab.
“Kita boleh menjadi apa saja, tetapi jangan sampai menjadi siapa-siapa tanpa literasi. Ketika diberi amanah, literasi membuat kita mampu menjalankannya dengan baik,” ucap Novita
Sementara itu, salah satu peserta, Linda, mengaku sangat terinspirasi oleh pesan Novita. Ia menyebut seminar tersebut memotivasinya untuk terus belajar dan memperkuat literasi.
“Saya sempat takut memikirkan masa depan. Tapi seminar ini memotivasi saya untuk terus menempuh pendidikan dan memperkuat literasi,” kata Linda.




