Anggota DPR Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Cuaca Ekstrem di NTB

Anggota DPR Ajak Perkuat Kolaborasi Hadapi Cuaca Ekstrem di NTB

Fajarasia.id  – Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi cuaca ekstrem yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB). Legislator dari Dapil NTB 2 Pulau Lombok ini menegaskan bahwa keselamatan warga harus menjadi prioritas utama di tengah ancaman banjir dan angin kencang yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Januari.

Dalam pesannya, Abdul Hadi menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa sejumlah wilayah, mulai dari Lombok Barat hingga Sumbawa Barat. Ia menekankan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Saya merasakan langsung kepedihan saudara-saudara kita yang rumahnya rusak akibat angin kencang atau terendam banjir. Dalam kondisi seperti ini, kita harus rapatkan barisan. Pemerintah pusat melalui Kementerian PU, Kemenhub, BMKG, dan Basarnas perlu turun tangan bersama pemerintah daerah agar warga benar-benar terlindungi,” ujar Abdul Hadi.

Abdul Hadi menyoroti banjir yang menggenangi wilayah Sekotong dan Labuapi serta pohon tumbang di Mataram sebagai tanda bahwa alam sedang memberi peringatan. Ia berharap penanganan dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan yang cepat, termasuk memastikan saluran air dan drainase berfungsi optimal agar genangan segera surut.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kehadiran tim Basarnas dan BPBD di titik rawan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Kehadiran negara di lapangan adalah hal yang paling dinantikan warga,” tegasnya.

Mengacu pada data BMKG, potensi hujan lebat dan angin kencang diperkirakan masih akan melanda sejumlah daerah di NTB hingga 27 Januari 2026. Abdul Hadi mengingatkan masyarakat di Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima untuk meningkatkan kewaspadaan.

Ia juga memberi pesan khusus kepada nelayan agar menunda aktivitas melaut di pesisir selatan NTB karena gelombang tinggi. “Keselamatan jiwa harus diutamakan. Mari kita tertibkan lingkungan dari pohon atau baliho rapuh, dan terus pantau informasi resmi BMKG,” imbaunya.

Menutup pesannya, Abdul Hadi mengajak masyarakat untuk memperkuat ikhtiar dengan kesiapsiagaan infrastruktur dan mitigasi, serta menyempurnakannya dengan doa. “Semoga Tuhan melindungi warga NTB dan menjauhkan kita dari segala marabahaya,” pungkasnya.

Pos terkait