Akibat Harga Minyak, Luhut Ingatkan Defisit APBN Bisa Tembus Rp200 T

Akibat Harga Minyak, Luhut Ingatkan Defisit APBN Bisa Tembus Rp200 T

Fajarasia.id – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi menekan keuangan negara. Ia menilai defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bisa melebar hingga Rp200 triliun.

Dalam Seminar ASEAN Regional Economic Outlook and Fiscal Policy di Kantor DEN, Senin (25/5/2026), Luhut menyoroti ketidakpastian situasi di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital 20 persen pasokan minyak mentah dunia. “Hari ini mereka bilang peluangnya 50:50, besok mereka katakan hal lain. Jadi benar-benar penuh ketidakpastian sementara kita sangat bergantung pada selat itu,” ujarnya.

Dengan asumsi harga minyak mentah dunia mencapai US$90 per barel, sementara APBN 2025 dihitung rata-rata US$70 per barel, terdapat selisih US$20. “Artinya kita berbicara potensi defisit sekitar Rp150 triliun sampai Rp200 triliun, hanya dari kenaikan harga minyak,” jelasnya.

Luhut memprediksi dampak kenaikan harga minyak terhadap ekonomi Indonesia akan mulai terasa pada Juli mendatang. Meski demikian, ia menilai fundamental ekonomi nasional masih cukup kuat dengan inflasi 2,4 persen dan pertumbuhan ekonomi 5,61 persen pada kuartal I-2026.

Selain minyak, Luhut juga menyoroti dampak perang terhadap rantai pasok komoditas penting seperti sulfur dan nafta yang berpengaruh pada hilirisasi nikel HPAL. “Jika HPAL tidak berjalan, ekspor kita akan turun. Ini akan berdampak terhadap ekonomi kita. Jadi kompleksitas persoalan ekonomi dan politik itu nyata adanya,” katanya.***

 

Pos terkait