Fajarasia.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bertemu Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) Hery Gunardi untuk membahas sejumlah program strategis, mulai dari Kredit Usaha Rakyat (KUR), perumahan bagi UMKM, rumah subsidi tapak, rumah subsidi rusun, hingga pengembangan kota baru satelit.
Ara menjelaskan, ada tiga profesi yang berhak menerima KUR, yakni kontraktor, pengembang, dan toko bangunan. Dengan plafon permodalan maksimal Rp10 miliar dan omzet maksimal Rp50 miliar, KUR ini memberikan manfaat berupa pinjaman bergulir hingga Rp20 miliar dengan subsidi bunga 5 persen. “Contoh, tadinya bunga pinjaman 11 persen, dengan subsidi jadi 6 persen,” ujarnya di Kawasan Sentra BRI, Jakarta Pusat, Senin (25/6/2026).
Selain mendukung UMKM, program ini juga membuka akses perumahan tanpa jaminan bagi masyarakat berpenghasilan di bawah Rp100 juta. Ara menilai skema ini mampu menciptakan kelas menengah baru sekaligus pemerataan ekonomi.
Untuk Kredit Program Perumahan (KPP), realisasi nasional per 25 Mei 2026 mencapai Rp16,8 triliun dengan 78.001 debitur. Dari jumlah itu, BRI menyalurkan Rp9,2 triliun atau 54 persen dari total nasional. Ara mengapresiasi capaian tersebut, bahkan BRI menambah kuota penyaluran KPP menjadi Rp12 triliun dari sebelumnya Rp8 triliun.
Hery Gunardi menegaskan dukungan penuh BRI terhadap program pemerintah. “BRI punya lebih dari 7.500 cabang dan unit di seluruh Indonesia. Program ini berlaku di semua cabang,” katanya.***





