Akhirnya Terungkap Penyebab Kebakaran Bar Resor Ski Alpen Tewaskan 40 Orang

Akhirnya Terungkap Penyebab Kebakaran Bar Resor Ski Alpen Tewaskan 40 Orang

Fajarasia.id  – Tragedi kebakaran di bar mewah Le Constellation yang berada di resor ski Crans Montana, Swiss, akhirnya mulai terkuak. Insiden yang terjadi pada Kamis (1/1/2026) dini hari itu menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari seratus lainnya.

Menurut otoritas setempat, kebakaran diduga kuat dipicu oleh lilin kembang api yang digunakan saat pesta malam Tahun Baru. Kembang api tersebut diikat pada botol sampanye dan diangkat terlalu dekat dengan langit-langit rendah bar yang dilapisi busa peredam suara.

“Semua indikasi menunjukkan api bermula dari kembang api atau lilin Bengal yang diikatkan pada botol-botol sampanye,” ujar Kepala Jaksa Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers, Jumat (2/1).

Video yang beredar di media sosial menunjukkan suasana pesta yang semula meriah berubah mencekam. Material busa di langit-langit terbakar, sementara pengunjung yang sebagian besar berusia belasan hingga 20-an tahun masih menari tanpa menyadari bahaya.

Api kemudian menyebar dengan cepat, membuat ratusan orang panik berebut keluar. Beberapa saksi mata menggambarkan kepanikan luar biasa, dengan korban terjebak di pintu kecil hingga saling bertumpuk.

Komandan Polisi Wallis, Frederic Gisler, menyebutkan total korban luka mencapai 115 orang, sebagian besar dalam kondisi kritis. Rumah sakit di Swiss kewalahan sehingga puluhan korban harus dirujuk ke negara tetangga untuk perawatan luka bakar.

Korban luka terdiri dari berbagai kewarganegaraan: 71 warga Swiss, 14 warga Prancis, 11 warga Italia, 4 warga Serbia, serta masing-masing satu warga Bosnia, Belgia, Polandia, Portugal, dan Luksemburg. Identitas 14 korban lainnya masih belum diketahui.

Presiden Swiss Guy Parmelin menyebut kebakaran ini sebagai salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negaranya. “Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami oleh negara kita,” ujarnya.

Beberapa korban selamat menceritakan pengalaman mereka. Axel dan Nathan, misalnya, mengatakan sempat kesulitan bernapas karena asap pekat memenuhi ruangan. Mereka akhirnya berhasil melarikan diri dengan memecahkan jendela bar.

Saksi lain, Laetitia Place, menggambarkan suasana evakuasi penuh kepanikan. “Kami semua melihat hal-hal yang benar-benar mengerikan yang seharusnya tidak pernah dilihat siapa pun,” katanya.

Jaksa Beatrice Pilloud menegaskan penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah ada kelalaian pihak pengelola bar. Pemilik bar, Jacques Moretti, bersikeras bahwa semua prosedur keselamatan telah dipatuhi. Ia bersama istrinya selamat dari kebakaran dan kini diperiksa sebagai saksi.

Pos terkait