Fajarasia.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik ke zona hijau dalam penutupan perdagangan akhir pekan. Data RTI Business menunjukkan, IHSG naik 0,24 persen (17 poin) ke level 7.134,72.
Pergerakan IHSG sepanjang sesi perdagangan hari ini terlihat berfluktuatif. IHSG menguat saat pembukaan, lalu melemah di sesi pertama perdagangan, lalu kembali menguat hingga penutupan.
Level terendah IHSG hari ini di posisi 7.094 dan level tertinggi di posisi 7.165. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 21 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 964 ribu kali.
Total nilai perdagangan mencapai Rp12 triliun dan capaian nilai kapitalisasi pasar sebesar Rp12.045,66 triliun. Hari ini, sebanyak 288 saham turun nilainya, 231 saham stagnan dan 254 saham naik nilainya.
Lima saham teraktif dalam perdagangan hari ini, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia: BMRI, BBRI, BBCA, BBNI dan TLKM. Dari Analisis Tim Phillip Sekuritas Indonesia, penguatan IHSG hari ini ditopang penguatan saham sektor kesehatan, sektor nonsiklikal (barang primer) dan sektor teknologi.
Dalam analisisnya, Tim Phillip Sekuritas menyebut indek saham di kawasan Asia juga ditutup menguat akhir pekan ini. Sentimen pasar memebaik, setelah The Fed memberikan indikasi sikap lunaknya bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut sudah tidak dimungkinkan.
Dari sisi makroekonomi, tingkat pengangguran AS diperkirakan masih bertahan di bawah empat persen. Rata-rata upah per jam diprediksi naik 0,3 persen, tapi perekrutan tenaga kerja di bulan April diperkirakan lebih rendah.
Perkembangan harga komoditas global, juga ikut mempengaruhi pergerakan IHSG. Harga minyak mentah merangkak naik, sedangkan harga emas mulai menurun seiring masih besarnya risiko inflasi.****




