Fajarasia.id – Perhelatan Annual International Conference Islamic Studies (AICIS) 2024 mengangkat tema besar tentang peran agama dalam mengatasi krisis kemanusiaan. Tema ini diambil untuk mengaktifkan lagi peran agama di tengah krisis dunia dalam menghadapi tantangan kemanusiaan.
Juru bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie mengatakan, tema khusus AICIS tahun ini menjadi pembeda pada gelaran AICIS sebelumnya. Anna berpandangan bahwa agama dapat menjadi solusi di tengah krisis kemanusiaan yang terjadi saat ini.
“Dulu-dulu, orang meyakini ketika ada konflik itu sumbernya adalah agama, jadi seolah-olah yang terjadi di dunia ini semua bermuara pada agama. Padahal sebetulnya agama merupakan solusi, dan itulah yang kami angkat pada tema AICIS tahun ini,” kata Anna dalam acara konferensi pers persiapan pelaksanaan AICIS ke-23, di Jakarta, Senin (29/1/2024).
Melalui tema AICIS tahun ini, mendefinisikan ulang peran agama dalam mengatasi krisis kemanusiaan. Anna berpendapat bahwa masyarakat kini harus bisa melihat kembali posisi agama dalam menghadapi krisis kemanusiaan di dunia.
“Sebetulnya pemahaman kita yang salah tentang agama. Karena itu dihadirkan AICIS, ini menjadi menarik untuk pertaruhan ide-ide besar dan mengembalikan posisi atau peran agama sesuai yang telah diajarkan,” ujar Anna.
Anna berharap ide-ide besar yang ditumpahkan dalam sebuah dokumen (papers) bisa melahirkan pemikiran-pemikiran baru. “Konferensi ini sangat relevan dan diharapkan bisa melahirkan pemikiran-pemikiran baru sehingga bisa teramplifikasi pemikiran-pemikiran tersebut,” kata Anna Hasbie.
Tahun ini, AICIS akan digelar di UIN Walisongo, Semarang, Jawa Tengah pada 1-4 Februari 2024. Temanya adalah “Redefining The Roles of Religion in Addressing Human Crisis: Encountering Peace, Justice, and Human Rights Issues”.
Tema ini telah menyedot perhatian akademisi, tokoh agama serta pemikir dari dalam dan luar negeri. Hal itu terlihat dari jumlah papers yang masuk seleksi dalam kompetisi AICIS 2024.
Sebanyak 1.957 orang menuliskan pandangannya dalam sebuah papers yang nantinya akan didiskusikan dalam forum internasional. Ribuan orang itu berasal dari 11 negara, termasuk Indonesia.
“Tema AICIS kali ini sangat menarik karena mengangkat tema tentang meredefinisi peran agama dalam krisis kemanusiaan global. Pemikiran dan paparan hasil-hasil penelitian para akademisi, baik dari dalam maupun luar negeri, diharapkan dapat memberikan sumbangsih bagi peradaban dunia lebih baik,” kata Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Ali Ramdhani dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (24/1/2024).****





