Fajarasia.id – Anggota Komisi V DPR RI, Adian Napitupulu, menyoroti dampak impor pakaian bekas terhadap UMKM lokal. Ia meminta ada kajian langsung apakah bisnis thrift benar-benar menjadi pesaing yang mematikan produk domestik.
Menurut Adian, ekosistem perdagangan pakaian bekas sudah terbentuk puluhan tahun, seperti di Gedebage, Bandung. “Mematikan salah satu akan merusak mata rantai ekosistem ini,” ujarnya saat sidak di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Minggu (30/11/2025).
Politisi PDIP itu juga mengingatkan bahwa pada 2015 pemerintah pernah mengenakan pajak impor pakaian bekas lewat PMK 132, sebelum aturan tersebut dihapus. “Artinya, negara pernah memperbolehkan dan mengambil pemasukan dari situ,” katanya.
Adian mengapresiasi Menteri UMKM Maman Abdurrahman yang turun langsung meninjau pedagang thrift di Pasar Senen. Menurutnya, langkah itu penting untuk mendengar keluhan pedagang dan memastikan kondisi di lapangan.
Sementara itu, Maman menegaskan pemerintah akan mencari solusi agar aktivitas pedagang thrift tetap berjalan tanpa mengorbankan UMKM lokal. “Prioritas pemerintah menjaga keberlanjutan ekonomi,” ujarnya. Ia juga berencana meninjau pasar-pasar di Bandung, Medan, hingga Bali..****




