Fajarasia.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyebabkan banjir meluas hingga merendam 51 desa di 17 kecamatan. Ketinggian air bervariasi, dengan titik terparah terjadi di Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, yang mencapai 130 cm.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat, hingga Jumat (23/1/2026) pukul 11.30 WIB, sebanyak 30.469 kepala keluarga terdampak banjir. Dari jumlah itu, 2.412 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke 15 lokasi yang telah disiapkan.
“KK terdampak 30.469 dan 2.412 KK mengungsi,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi.
BPBD bersama aparat terkait telah melakukan pendataan, evakuasi, serta menyalurkan bantuan logistik ke lokasi pengungsian. Perahu karet dikerahkan di sejumlah titik untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.
Banjir melanda hampir seluruh wilayah, mulai dari Taruma Jaya, Babelan, Tambun Utara, Tambun Selatan, Cibitung, hingga Cikarang. Tinggi air berkisar antara 20 cm hingga lebih dari 1 meter. Di beberapa desa, seperti Sri Amur (Tambun Utara) dan Karang Asih (Cikarang Utara), genangan mencapai 120 cm.
Selain banjir, longsor juga dilaporkan terjadi di Desa Serang, Kecamatan Cikarang Selatan. BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi.





