Produksi Beras Jateng 2026 Diproyeksi Tembus 5,14 Juta Ton

Produksi Beras Jateng 2026 Diproyeksi Tembus 5,14 Juta Ton

Fajarasia.id  – Produksi beras di Jawa Tengah sepanjang 2026 diperkirakan mencapai 5,14 juta ton. Proyeksi tersebut menunjukkan potensi produksi pangan di salah satu sentra pertanian utama Indonesia itu masih cukup besar, meskipun luas area panen mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Said Ali mengatakan, produksi padi selama Januari hingga September 2026 diperkirakan mencapai 9,47 juta ton gabah kering panen (GKP).

Sementara itu, berdasarkan hasil pengamatan fase pertumbuhan tanaman padi melalui Survei Kerangka Sampel Area (KSA) pada September 2026, potensi produksi untuk periode Oktober hingga Desember diperkirakan mencapai 1,36 juta ton GKP.

“Total produksi GKP tersebut setara dengan 5,14 juta ton beras,” kata Said Ali dalam keterangannya di Semarang, Senin (2/11/2026).

Ia menjelaskan, potensi produksi tersebut diperkirakan berasal dari luas area panen mencapai 1,62 juta hektare. Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 3,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BPS mencatat produksi padi di Jawa Tengah sepanjang 2026 mengalami perbedaan capaian setiap bulannya.

Produksi tertinggi terjadi pada Maret 2026 dengan jumlah mencapai 1,71 juta ton gabah kering giling. Sebaliknya, produksi terendah diperkirakan berlangsung pada Desember 2026, yakni sebesar 269,74 ribu ton.

Dari sisi wilayah, Kabupaten Grobogan menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Tengah, mencapai sekitar 772 ribu ton.

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Cilacap dengan produksi 762 ribu ton, disusul Kabupaten Sragen sebesar 651 ribu ton.

Said Ali menuturkan, Grobogan juga mencatat peningkatan produksi yang cukup besar pada 2026. Selain itu, kenaikan produksi turut terjadi di Kabupaten Sukoharjo dan Klaten.

Proyeksi produksi beras sebesar 5,14 juta ton tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat potensi ketersediaan pangan Jawa Tengah sepanjang 2026, sekaligus menjadi perhatian dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian di tengah perubahan luas area panen.****

Pos terkait