Polri Ajak Warga Desa Gotong Royong Cegah Karhutla

Polri Ajak Warga Desa Gotong Royong Cegah Karhutla

Fajarasia.id  – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan mendorong penguatan budaya gotong royong dan kolaborasi masyarakat desa untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan.

Menurut Herry, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki kawasan gambut dan rawan mengalami kebakaran saat musim kemarau.

“Upaya pencegahan harus dimulai sejak dini dengan melibatkan masyarakat. Pemahaman masyarakat untuk menjaga lingkungan menjadi salah satu kunci agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah,” kata Herry saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat meninjau lokasi karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Minggu(1/11/2026).

Ia menilai, pengendalian karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api sudah muncul. Pemerintah dan aparat perlu mengutamakan langkah pencegahan melalui edukasi, kesiapsiagaan, serta pelibatan aktif masyarakat hingga tingkat desa.

Herry juga menekankan pentingnya dukungan kajian akademis dalam menyusun strategi pengendalian kebakaran. Kajian tersebut perlu mempertimbangkan aspek spasial dan temporal, yakni karakteristik wilayah serta perubahan kondisi lingkungan dari waktu ke waktu.

Selain itu, pemahaman mengenai ekosistem gambut harus diperkuat, termasuk kedalaman gambut, kondisi ekosistem, dan jenis tutupan lahan di kawasan yang berpotensi mengalami kebakaran.

Dengan pemetaan dan kajian yang tepat, langkah pencegahan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah sehingga penanganannya lebih efektif dan tepat sasaran.

Herry menegaskan, karhutla bukan semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat keamanan. Persoalan tersebut membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, pemerintah desa, warga, aparat keamanan, akademisi, dan berbagai pihak terkait perlu membangun kerja sama berkelanjutan. Gotong royong di tingkat desa dinilai menjadi fondasi penting untuk menciptakan pengawasan lingkungan sekaligus mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.

Ia bahkan berharap upaya bersama tersebut mampu menghilangkan kejadian karhutla dan kabut asap pada 2027 mendatang.

“Kita mendorong semua pihak untuk aktif melakukan pencegahan. Insyaallah, dalam enam sampai tujuh bulan pada 2027 mendatang, tidak ada lagi karhutla dan kabut asap,” ujarnya.

Menurut Herry, keberhasilan pengendalian karhutla tidak hanya diukur dari kemampuan memadamkan api, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah dan masyarakat mampu mencegah kebakaran sebelum terjadi.

Melalui penguatan gotong royong, edukasi, dan perlindungan ekosistem gambut, Sumatera Selatan diharapkan dapat mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan sekaligus mencegah terulangnya bencana kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.*****

Pos terkait