Pemerintah: 250 PSN Rampung, Investasi Tembus Rp2.396 Triliun

Pemerintah: 250 PSN Rampung, Investasi Tembus Rp2.396 Triliun

Fajarasia.id  – Pemerintah menegaskan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak hanya berorientasi pada penyelesaian infrastruktur dan besarnya nilai investasi. Lebih dari itu, proyek-proyek tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, mulai dari pembukaan lapangan kerja hingga peningkatan produktivitas daerah.

Asisten Deputi Pengembangan Kawasan Ekonomi dan Proyek Strategis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Suroto, mengatakan infrastruktur memiliki peran penting sebagai penopang aktivitas ekonomi nasional.

Menurut dia, keberadaan infrastruktur mampu memperkuat konektivitas, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka akses menuju berbagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Infrastruktur berperan sebagai tulang punggung perekonomian, terutama dalam mendukung konektivitas, mobilitas masyarakat, hingga akses terhadap berbagai pusat ekonomi,” kata Suroto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (31/10/2026).

Ia mencontohkan pembangunan MRT Jakarta jalur Utara-Selatan yang mencakup fase I, 2A, dan 2B dengan total nilai investasi sekitar Rp49,8 triliun.

Saat ini, MRT Jakarta telah melayani perjalanan Lebak Bulus-Bundaran HI. Pengembangan jaringan tersebut ditargetkan semakin luas hingga wilayah Kota pada 2030.

Sepanjang 2025, MRT Jakarta tercatat melayani 46,5 juta penumpang atau rata-rata sekitar 127.000 penumpang setiap hari. Jumlah tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 999.000 penumpang per hari pada 2035.

Selain memperkuat transportasi perkotaan, PSN juga dinilai berperan dalam memperluas kesempatan kerja melalui pengembangan kawasan industri.

Suroto mencontohkan Kawasan Industri Weda Bay yang dikelola PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). Pada 2018, kawasan tersebut telah menyerap lebih dari 100.000 tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 120.000 orang pada 2026.

Menurutnya, pengembangan kawasan industri tidak hanya mendorong aktivitas investasi, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

Manfaat PSN juga terlihat pada pembangunan bendungan yang mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan. Infrastruktur tersebut berfungsi menyediakan air irigasi, memenuhi kebutuhan air baku, membantu pengendalian banjir, hingga mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Suroto menegaskan keberhasilan pembangunan PSN harus dinilai berdasarkan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan jumlah proyek yang selesai atau besarnya investasi.

“Secara umum, keberhasilan PSN tidak hanya diukur dari penyelesaian fisik dan realisasi investasi, tetapi juga dari peningkatan konektivitas, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan aktivitas ekonomi, peningkatan produktivitas, serta manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Berdasarkan catatan pemerintah, sejak 2016 hingga 29 Oktober 2026 sebanyak 250 PSN telah rampung dengan total nilai investasi mencapai Rp2.396 triliun.

Sementara itu, sepanjang 2026 hingga September, enam proyek telah diselesaikan dari target 10 proyek yang direncanakan rampung pada tahun ini.

Dengan demikian, masih terdapat empat proyek yang ditargetkan selesai hingga akhir 2026. Adapun 30 proyek PSN lainnya masih berada dalam tahap konstruksi.

Pemerintah berharap keberlanjutan pembangunan PSN dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memastikan manfaat investasi tidak hanya terkonsentrasi pada kawasan proyek, tetapi juga menjangkau masyarakat dan daerah di sekitarnya.***

Pos terkait