Fajarasia.id – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui dua instrumen utama, yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Menurut Suahasil, kedua instrumen tersebut memiliki peran berbeda, tetapi saling melengkapi dalam memperkuat investasi, menggerakkan sektor swasta, serta menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Hal itu disampaikan Suahasil dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, APBN memiliki tiga fungsi utama, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi, melindungi masyarakat, serta menjaga kepercayaan dan kredibilitas negara.
Dalam menjalankan fungsi pertumbuhan, APBN diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi dan investasi. Namun, pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan anggaran negara sehingga diperlukan sinergi dengan Danantara dan sektor swasta.
Suahasil menyebut Danantara berperan sebagai katalis investasi yang dapat memobilisasi modal strategis untuk membiayai berbagai proyek dengan nilai tambah ekonomi tinggi.
“Danantara adalah sovereign yang berarti juga adalah negara. Dan kita ingin menggandeng kelompok swasta untuk memiliki optimisme untuk terus membangun, meningkatkan investasi di Indonesia di berbagai macam sektor,” kata Suahasil.
Ia mengibaratkan APBN dan Danantara sebagai dua tangan negara yang bekerja bersama untuk menggerakkan perekonomian nasional.
“Negara itu ibaratnya punya dua tangan, two arms of the state. Nomor satu adalah tangan APBN, nomor dua adalah tangannya Danantara. Kebijakan fiskal dan kebijakan investasi negara adalah sinergi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Suahasil menjelaskan Danantara merupakan lembaga pengelola investasi negara yang berorientasi pada keuntungan sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah.
Setidaknya terdapat tiga fungsi utama Danantara. Pertama, mendorong sektor swasta agar semakin kuat sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.
Kedua, mendukung pembiayaan investasi strategis nasional. Ketiga, membangun sinergi dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk ketahanan pangan, energi, hilirisasi, dan industrialisasi.
Untuk memastikan kedua instrumen tersebut berjalan searah, Kementerian Keuangan memperkuat koordinasi dengan Danantara melalui kerangka koordinasi fiskal dan investasi.
Suahasil memaparkan terdapat empat fokus utama dalam koordinasi tersebut.
Pertama, mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Kedua, menyelaraskan strategi fiskal dan investasi dengan agenda pembangunan nasional.
Ketiga, memperkuat investasi, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya negara, serta meningkatkan kapasitas pembiayaan. Keempat, menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar melalui investasi produktif.
Melalui sinergi APBN dan Danantara, pemerintah berharap pembiayaan pembangunan tidak hanya bergantung pada belanja negara, tetapi juga mampu menarik lebih banyak investasi produktif dari sektor swasta.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas ekonomi, memperkuat sektor industri, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.***





