Fajarasia.id — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan lima helikopter untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Operasi udara dilakukan mulai dari kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Gunung Ciremai, Gunung Lawu, hingga Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Jawa Barat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan, pengerahan helikopter telah berlangsung selama beberapa hari dan masih berlanjut hingga Kamis (29/10/2026).
Menurut Feri, helikopter tersebut digunakan untuk pemadaman dari udara, patroli, pemantauan titik api, serta mobilisasi personel ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Ada lima helikopter untuk melaksanakan pemadaman dari udara, patroli udara, pemantauan titik api serta mobilisasi personel ke lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat,” kata Feri di Jakarta, Kamis.
Di kawasan IKN, Kalimantan Timur, TNI AU mengerahkan helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 untuk melaksanakan patroli udara dan operasi water bombing di sejumlah wilayah terdampak.
Helikopter tersebut dilengkapi water bucket berkapasitas sekitar 2.000 liter. Peralatan ini memungkinkan kru menjatuhkan air langsung ke titik api yang sulit dijangkau petugas dari darat sekaligus memantau perkembangan kebakaran.
Selain IKN, helikopter Caracal juga dikerahkan untuk membantu pemadaman kebakaran di kawasan Gunung Ciremai, Jawa Barat. Operasi udara dilakukan untuk menjangkau titik api di medan yang terjal dan menyulitkan petugas.
Sementara itu, di kawasan Gunung Lawu, Jawa Tengah, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 disiagakan untuk mendukung pemadaman melalui metode water bombing.
Dalam operasi tersebut, helikopter Super Puma melaksanakan satu sortie atau penerbangan operasi dengan dua kali penumpahan air. Total air yang dijatuhkan mencapai sekitar 4.000 liter.
Dukungan udara juga diberikan untuk menangani kebakaran di TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Di lokasi tersebut, helikopter NAS-332 Super Puma melaksanakan dua sortie dengan 18 kali penumpahan air. Total air yang digunakan dalam operasi itu mencapai sekitar 54.000 liter.
Feri menegaskan, helikopter TNI AU masih dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di sejumlah wilayah tersebut.
Pengerahan armada udara menjadi salah satu upaya mempercepat pemadaman, terutama pada lokasi yang memiliki medan sulit atau tidak mudah diakses melalui jalur darat.
TNI AU memastikan operasi akan terus dilakukan hingga kebakaran di wilayah terdampak berhasil dipadamkan. Selain membantu menekan penyebaran api, patroli udara juga dimanfaatkan untuk memantau titik-titik kebakaran dan mendukung koordinasi penanganan di lapangan.****





