Fajarasia.id — Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI menegaskan bahwa perkembangan industri hiburan dan kepentingan ekonomi nasional hendaknya tidak mengabaikan tanggung jawab moral terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Teguran ini disampaikan merespons kontroversi rencana konser penyanyi asal Italia, Andrea Bocelli, di Indonesia.
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Ma’azat, menyatakan bahwa Indonesia pada dasarnya terbuka bagi kehadiran seniman mancanegara. Kendati demikian, keterbukaan budaya tersebut mesti dibarengi dengan kepekaan terhadap isu keadilan global dan perjuangan kemerdekaan rakyat Palestina.
“Yang kita tolak bukan seni atau bangsa tertentu, melainkan segala bentuk dukungan terhadap penjajahan dan penderitaan rakyat sipil. Palestina berhak merdeka, dan Indonesia harus tetap konsisten memperjuangkannya,” ujar Syahrul dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (25/10/2026).
Langkah BKSAP DPR ini sejalan dengan sikap tegas Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Forum Komunikasi Nasional (Forkomnas) yang menolak penyelenggaraan konser tersebut lantaran rekam jejak sang artis yang dinilai terafiliasi dengan dukungan terhadap Israel.
Syahrul mengimbau masyarakat untuk mengekspresikan dukungan pada kemanusiaan secara damai dan bertanggung jawab, seraya mendesak pemerintah agar objektif dan konsisten dalam menelaah izin penyelenggaraan acara hiburan berskala internasional.
“Indonesia tidak menolak seni, musik, maupun pertukaran budaya yang memperkaya peradaban. Namun, kita tidak boleh mengabaikan sensitivitas kemanusiaan ketika rakyat Palestina terus menghadapi penderitaan. Pemerintah perlu mempertimbangkan persoalan ini secara serius, objektif, dan konsisten,” tegasnya.****





