Fajarasia.id — PSMS Medan mengamankan tiga poin setelah menundukkan PSIS Semarang dengan skor 2-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Minggu (25/10/2026) malam.
Kemenangan ini terasa penting bagi PSMS karena mereka harus berjuang mempertahankan keunggulan setelah kehilangan satu pemain akibat kartu merah pada babak pertama.
PSMS membuka keunggulan melalui Raihan Utama pada menit ke-22. Tembakannya dari luar kotak penalti mengarah ke tiang jauh dan gagal dijangkau penjaga gawang PSIS.
Tuan rumah menggandakan keunggulan melalui Javier Siverio. Penyerang asal Spanyol itu memaksimalkan umpan Ikhsan Chan untuk membawa PSMS unggul 2-0.
Namun, keunggulan tersebut tidak membuat PSMS bisa bermain nyaman. Siverio menerima kartu merah pada menit ke-39 setelah melakukan pelanggaran terhadap pemain belakang PSIS. PSMS pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengakui kartu merah kembali menjadi persoalan bagi timnya. Situasi itu memaksanya mengubah strategi permainan untuk menjaga keunggulan.
“Pertama, kita memang kesulitan lagi di babak pertama bermain dengan 10 pemain. Tadinya kita memegang possession, tetapi setelah kehilangan pemain, kita bertahan dan melakukan counter,” ujar Eko.
Memasuki babak kedua, PSIS berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mengejar ketertinggalan. Akan tetapi, pertahanan PSMS mampu meredam sejumlah upaya tim tamu.
Peluang PSIS untuk memaksimalkan keunggulan jumlah pemain semakin berkurang setelah Rifki Dwi Septiawan menerima kartu merah pada menit ke-82 akibat dua kartu kuning. Kedua tim pun kembali bermain dengan jumlah pemain yang sama.
PSIS baru mampu memperkecil ketertinggalan melalui Fitra Ridwan pada menit ke-90+8. Gol pada masa tambahan waktu itu membuat pertandingan berlangsung menegangkan hingga detik-detik terakhir, tetapi PSMS berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 sampai peluit panjang dibunyikan.
Eko mengakui anak asuhnya sempat kehilangan konsentrasi menjelang laga berakhir. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan pemain yang mampu menjaga keunggulan dalam situasi sulit.
“Di menit terakhir kita tidak fokus, tetapi saya tetap mengapresiasi perjuangan pemain. Mereka bisa mempertahankan keunggulan 2-0 cukup lama dalam situasi yang tidak mudah,” katanya.
Tempel PSPS Riau
Tambahan tiga poin membawa PSMS naik ke posisi kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi 14 poin. Mereka masih berada di bawah PSPS Riau yang memimpin klasemen dengan 18 poin.
Sementara itu, PSIS Semarang tertahan di posisi kelima dengan 10 poin.
Eko menilai kedalaman skuad menjadi modal penting bagi PSMS untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat. Dengan 31 pemain yang disiapkan untuk liga dan League Cup, ia memiliki sejumlah pilihan ketika pemain utama harus absen.
“Kita beruntung punya banyak pemain. Kehilangan Manahati juga bisa dibuktikan ada yang menggantikan. Kita punya 31 pemain, seperti tadi Ikhsan Chan juga memberikan assist,” ujar Eko.
Kemenangan atas PSIS menjadi modal bagi PSMS untuk terus bersaing di papan atas Grup A. Namun, persoalan kartu merah dan konsentrasi pada menit-menit akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut.****





