Fajarasia.id — Andrew Jones, pendiri organisasi Noah’s Ark Scans yang melakukan penelitian terkait lokasi Bahtera Nabi Nuh, mengungkapkan berbagai tantangan selama menjalankan ekspedisinya di Turki. Selain menghadapi proses perizinan yang panjang, Jones mengaku pernah menerima ancaman pembunuhan.
Jones mengatakan, timnya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memperoleh izin penggalian. Proses tersebut mengharuskan mereka memenuhi sejumlah persyaratan, termasuk bekerja sama dengan universitas dan profesor asal Turki.
“Jika Anda mencoba mendapatkan izin, harus bekerja di bawah naungan universitas Turki, Anda juga harus bekerja dengan seorang profesor Turki,” kata Jones, Rabu (21/10/2026).
Izin penelitian akhirnya diperoleh pada awal 2026. Namun, waktu yang tersedia untuk memulai pekerjaan sangat terbatas sehingga tim harus bergerak cepat menyiapkan pendanaan dan kebutuhan ekspedisi.
“Kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggalang dana, mengatur semuanya, dan melibatkan orang-orang,” ujarnya.
Tantangan yang dihadapi Jones tidak berhenti pada urusan administratif. Ia juga mengungkapkan adanya tekanan dan ancaman terhadap orang-orang yang terlibat dalam penelitian tersebut.
Menurut Jones, profesor Turki yang bekerja sama dalam proyek itu mendapat kecaman dari sejumlah pihak. Mereka bahkan disebut sebagai pengkhianat oleh sebagian orang. Proyek tersebut juga menuai kritik dari kelompok ateis dan agnostik.
Jones mengaku turut mengalami ancaman pembunuhan. Ia mengatakan, pintu tempat tinggalnya beberapa kali diketuk pada tengah malam sejak awal tahun ini, disertai ancaman terhadap keselamatannya.
Hingga kini, motif ancaman tersebut belum diketahui secara pasti, termasuk apakah berkaitan langsung dengan penelitian Bahtera Nabi Nuh yang dijalankannya.
Namun, Jones menilai situasi mulai memburuk setelah timnya mengumumkan telah memperoleh izin untuk melanjutkan penelitian.
Karena khawatir terhadap keselamatannya, Jones akhirnya memutuskan meninggalkan apartemennya dan tinggal bersama seorang teman sebagai langkah pencegahan.
Meski menghadapi berbagai tekanan, Jones menegaskan tidak berniat menghentikan pencarian yang selama ini dikerjakan timnya.
Penelitian Noah’s Ark Scans berfokus pada pemindaian dan kajian terhadap lokasi yang diyakini memiliki kaitan dengan Bahtera Nabi Nuh. Namun, klaim mengenai lokasi bahtera tersebut masih memerlukan pembuktian ilmiah yang dapat diverifikasi secara independen.
Kisah Jones memperlihatkan tantangan yang dihadapi tim peneliti dalam menjalankan ekspedisi, mulai dari perizinan, pendanaan, hingga persoalan keamanan.
Di tengah kontroversi yang menyertainya, pembuktian ilmiah tetap menjadi faktor penting untuk menentukan apakah lokasi yang diteliti benar-benar memiliki hubungan dengan kisah Bahtera Nabi Nuh.***





