Rusia Serang Kramatorsk, 4 Tewas Termasuk 3 Pekerja Energi

Rusia Serang Kramatorsk, 4 Tewas Termasuk 3 Pekerja Energi

Fajarasia.id — Serangan Rusia di Kota Kramatorsk, wilayah Donetsk, Ukraina timur, menewaskan empat orang dan melukai enam lainnya pada Selasa (20/10/2026) waktu setempat. Tiga dari empat korban tewas merupakan pekerja sektor energi yang tengah memeriksa kesiapan jaringan pemanas menjelang musim dingin.

Gubernur wilayah Donetsk, Vadym Filashkin, mengatakan pasukan Rusia melancarkan tiga serangan ke Kramatorsk dalam sehari. Salah satu serangan menghantam pekerja perusahaan penyedia layanan pemanas yang sedang menjalankan tugasnya.

“Hari ini, pihak Rusia menyerang kota tersebut sebanyak tiga kali. Salah satu serangan menyasar para pegawai perusahaan penyedia layanan pemanas yang sedang memeriksa kesiapan jaringan untuk musim pemanas, tiga di antaranya tewas,” kata Filashkin melalui media sosial, seperti dilansir AFP, Rabu (21/10/2026).

Filashkin menambahkan, satu korban lainnya tewas akibat serangan pesawat nirawak atau drone jenis first-person view (FPV). Sementara itu, enam orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.

Kementerian Energi Ukraina turut mengonfirmasi kematian tiga pekerja dari perusahaan Kramatorskteploenergo. Ketiganya dilaporkan tewas setelah tiga bom udara berpemandu menghantam kawasan permukiman di kota tersebut.

“Mereka sedang menjalankan tugasnya, menyediakan layanan pemanas bagi warga di kota garis depan,” demikian pernyataan Kementerian Energi Ukraina melalui Telegram.

Serangan di Kramatorsk terjadi ketika Ukraina menghadapi ancaman terhadap infrastruktur energi menjelang musim dingin. Situasi ini menambah kekhawatiran mengenai keberlangsungan pasokan listrik dan layanan pemanas bagi masyarakat, terutama di wilayah yang berdekatan dengan garis depan pertempuran.

Serangan berulang terhadap fasilitas energi telah mengganggu upaya Ukraina mempertahankan layanan dasar bagi penduduk. Kerusakan infrastruktur juga menuntut perbaikan segera agar warga tetap memperoleh akses terhadap listrik dan pemanas ketika suhu udara menurun.

Namun, pekerjaan pemulihan menghadapi risiko keamanan. Operator jaringan listrik Ukraina menyatakan ancaman serangan menghambat petugas dalam memperbaiki peralatan dan infrastruktur yang rusak.

Kematian tiga pekerja energi di Kramatorsk memperlihatkan besarnya risiko yang dihadapi petugas lapangan ketika berusaha mempertahankan layanan penting bagi masyarakat di tengah konflik.

Bagi warga di wilayah garis depan, keberadaan jaringan pemanas menjadi kebutuhan mendasar untuk menghadapi musim dingin. Karena itu, serangan yang mengganggu infrastruktur energi tidak hanya berdampak pada fasilitas fisik, tetapi juga mengancam keselamatan dan kehidupan sehari-hari penduduk sipil.****

Pos terkait