Fajarasia.id — Pemerintah belum mengirim surat presiden (surpres) kepada DPR RI terkait rencana pergantian Panglima TNI. Hingga Kamis (8/10/2026), Istana memastikan surat tersebut belum diterima parlemen.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan pemerintah hingga kini belum mengirim surpres mengenai pergantian Panglima TNI.
“Belum, belum ada sampai sekarang,” kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Saat ditanya mengenai calon Panglima TNI yang akan diajukan pemerintah, termasuk apakah hanya satu nama, Bambang belum memberikan informasi lebih lanjut.
Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah belum menyampaikan surpres kepada DPR.
“Belum ada. Kita belum mengirim surpres tentang pergantian Panglima sampai sekarang,” ujarnya.
Pernyataan Istana tersebut sejalan dengan keterangan pimpinan DPR. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sebelumnya mengatakan parlemen belum menerima surat presiden mengenai pergantian Panglima TNI.
Dasco menyampaikan hal tersebut pada Rabu (7/10/2026), menyusul munculnya sejumlah pertanyaan mengenai kabar pergantian Panglima TNI.
“Pada hari ini saya sampaikan bahwa DPR RI belum menerima surpres tentang pergantian Panglima TNI,” kata Dasco.
Dengan belum dikirimkannya surpres, proses pergantian Panglima TNI belum memasuki tahap pembahasan di DPR. Nama calon yang akan diajukan pemerintah juga belum diumumkan secara resmi.****





