Fajarasia.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tidak hanya menanggung biaya perawatan korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga memastikan pemulihan menyeluruh hingga rehabilitasi. Ia menegaskan tanggung jawab negara tidak boleh berhenti pada pembayaran rumah sakit.
“Pemerintah dan BGN harus memastikan seluruh kebutuhan medis korban ditanggung sampai benar-benar pulih. Bukan hanya biaya perawatan saat keracunan terjadi, tetapi juga pemeriksaan lanjutan, pengobatan, rehabilitasi, serta pendampingan psikologis apabila dibutuhkan,” kata Charles, Kamis (10/9/2026).
Ketua DPP PDIP itu juga mendorong BGN segera membuat mekanisme kompensasi yang jelas bagi korban. Menurutnya, anak-anak yang kehilangan waktu sekolah, mengalami trauma, atau berpotensi menghadapi dampak kesehatan jangka panjang berhak atas pemulihan dan kompensasi layak. “Ini harus menjadi bagian dari sistem pertanggungjawaban program MBG ke depan,” tegasnya.
Charles menyinggung kasus keracunan di Karo, Sumatera Utara, yang menimpa siswi Febiona Purba (16) hingga diduga mengalami gangguan ingatan. Ia menilai insiden tersebut menjadi pengingat bahwa aspek keamanan pangan dalam MBG tidak boleh dianggap sepele. “Evaluasi dan perbaikan sistem harus dilakukan secara menyeluruh agar kasus serupa tidak terus berulang,” ujarnya.****





