Fajarasia.id – Memasuki usia ke-50 tahun, PT Dirgantara Indonesia optimistis mampu merebut ceruk pasar global di kelas pesawat baling-baling 19 penumpang melalui produk unggulan N219. Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan menilai segmen ini sangat potensial karena minim kompetitor.
Kepercayaan diri PTDI didasari rekam jejak panjang di kelas 19 penumpang serta posisi Indonesia sebagai salah satu pasar penerbangan perintis terbesar dunia. “N219 ini betul-betul 100 persen karya anak bangsa dengan tingkat kandungan lokal hampir 45 persen,” ujar Gita dalam puncak HUT ke-50 PTDI di Bandung, Sabtu (29/8).
Rangkaian perayaan emas PTDI diisi dengan Simposium Nasional bersama Bappenas, pemecahan rekor MURI terbang cilik, hingga peresmian Training Center untuk mencetak SDM kedirgantaraan tersertifikasi. PTDI juga menggelar ajang Runtainment di kompleks produksi agar publik lebih dekat mengenal produk aviasi nasional.
Gita menekankan penguatan kapabilitas teknis dan ekosistem kedirgantaraan sebagai fondasi daya saing bangsa di panggung internasional. Ia mengapresiasi dukungan penuh pemerintah yang membuka peluang besar agar industri kedirgantaraan Indonesia semakin eksis dan diperhitungkan.****





