Fajarasia.id – Ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali diteror serangan udara Rusia selama beberapa hari terakhir. Gelombang drone bersenjata membanjiri langit kota, menguras pertahanan udara Ukraina yang terbatas dan menewaskan sedikitnya 37 orang.
Mengutip The New York Times, serangan pada Jumat (28/8) malam menyasar sebuah fasilitas di pinggiran Kyiv yang diduga gudang amunisi. Ledakan susulan menutupi kawasan dengan asap tebal. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut penyelidikan kriminal atas pengelolaan gudang tersebut telah dimulai, sementara pemerintah menetapkan Minggu sebagai hari berkabung.
Perdana Menteri Serhii Koretskyi menegaskan kelalaian menyimpan persenjataan berbahaya di kawasan sipil adalah “tindak kriminal” dan semua pihak yang bertanggung jawab harus dihukum berat.
Ukraina kini menghadapi kekurangan rudal pencegat Patriot, satu-satunya senjata untuk menembak jatuh rudal balistik. Rusia memanfaatkan celah ini dengan meluncurkan drone berkecepatan tinggi hampir 400 mil per jam, yang diyakini sebagai taktik baru untuk melemahkan pertahanan sebelum serangan rudal besar.
Meski sebagian besar toko dan restoran masih beroperasi, serangan berhari-hari telah menimbulkan kemacetan parah, gangguan layanan metro, dan mengancam rencana pembukaan sekolah pada 1 September mendatang.****





