Fajarasia.id – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai pemerintah memiliki amunisi kuat untuk menggerakkan roda ekonomi di paruh kedua tahun ini melalui ketersediaan dana di perekonomian. Salah satunya lewat kebijakan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang kembali menempatkan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di bank-bank Himbara.
Menurut Misbakhun, langkah tersebut menjaga likuiditas sekaligus mendorong pertumbuhan kredit, baik untuk korporasi maupun UMKM di sektor riil. “Pemerintah memberikan keyakinan bahwa dana SAL akan digunakan perbankan Himbara untuk mengakselerasi pertumbuhan kredit,” ujarnya, Jumat (7/8/2026).
Pemerintah menambah sekitar Rp70 triliun dana SAL ke Himbara, dengan Rp40 triliun ditempatkan pekan ini dan Rp30 triliun sisanya pekan depan. Dari total Rp400 triliun, Rp200 triliun akan ditempatkan hingga Juli 2027, sementara Rp200 triliun lainnya hingga akhir 2026.
Misbakhun menekankan dorongan likuiditas ini harus dimanfaatkan untuk investasi sektor riil dan memperkuat kinerja ekspor. Ia menilai kenaikan harga komoditas seperti batu bara di tengah eskalasi perang Ukraina–Rusia dan ketegangan di Timur Tengah membuka peluang baru bagi perekonomian Indonesia.
Selain itu, Misbakhun menyebut Purbaya juga menyiapkan booster lain, termasuk percepatan penyaluran dana ke daerah serta penguatan realisasi belanja pemerintah. “Semua ini menjadi instrumen penting untuk menjaga momentum pertumbuhan di kuartal tiga dan empat,” tegasnya.***





