Catatan Menkeu AS Bocor, Rencana Borong Yen Rp180 Triliun Bikin Pasar Geger

Catatan Menkeu AS Bocor, Rencana Borong Yen Rp180 Triliun Bikin Pasar Geger

Fajarasia.id – Sebuah foto yang memperlihatkan catatan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, saat rapat kabinet Presiden Donald Trump memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan intervensi Washington di pasar valuta asing. Catatan tersebut mengindikasikan rencana pembelian mata uang yen Jepang senilai 5 miliar hingga 10 miliar dollar AS atau sekitar Rp180 triliun.

Berdasarkan foto yang diambil kantor berita Reuters saat rapat kabinet di Camp David pada Sabtu (1/8) waktu setempat, terlihat sebuah buku catatan di depan Bessent dengan tulisan yang digarisbawahi bertajuk “To Do”. Di bawahnya tertulis, “Buy Japanese Yen (JPY) $5–10 bil”, yang berarti membeli yen Jepang senilai 5 miliar hingga 10 miliar dollar AS.

Foto tersebut diambil dari belakang bahu Scott Bessent pada sesi rapat yang terbuka untuk media. Nama Bessent yang tertera pada kartu peserta rapat juga tampak jelas berada tepat di atas buku catatan itu, sehingga memperkuat dugaan bahwa catatan tersebut memang milik Menteri Keuangan AS.

Hingga kini, pemerintah AS belum memberikan penjelasan resmi mengenai maksud tulisan tersebut. Namun, jika rencana itu benar direalisasikan, langkah tersebut akan menjadi salah satu intervensi paling langka yang dilakukan Washington di pasar mata uang dalam beberapa dekade terakhir.

Terakhir kali Departemen Keuangan AS melakukan intervensi untuk memperkuat yen terjadi pada 2011. Saat itu, AS bersama negara-negara anggota G7 turun tangan setelah Jepang dilanda gempa bumi dan tsunami besar yang mengguncang perekonomian serta memicu gejolak di pasar keuangan global.

Aksi bersama tersebut bertujuan menstabilkan nilai tukar yen dan meredam volatilitas pasar. Sejak saat itu, tidak ada lagi catatan resmi mengenai intervensi langsung AS untuk mendukung mata uang Jepang.

Kemunculan catatan Bessent semakin menyita perhatian karena terjadi hanya beberapa jam setelah Reuters melaporkan bahwa Departemen Keuangan AS telah memberi sinyal kepada sejumlah bank mengenai kemungkinan intervensi di pasar yen pada hari yang sama.

Laporan itu, yang mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, langsung memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar. Pasalnya, keterlibatan langsung AS dalam mendukung yen merupakan kebijakan yang sangat jarang dilakukan dan berpotensi memengaruhi pergerakan nilai tukar global.

Di sisi lain, pemerintah Jepang sebelumnya juga dilaporkan telah melakukan intervensi untuk menopang nilai tukar yen yang mengalami tekanan terhadap dollar AS. Langkah otoritas Tokyo tersebut mendorong penguatan yen dalam perdagangan pada Jumat pagi waktu setempat.

Jika Washington benar-benar ikut melakukan pembelian yen dalam jumlah besar, pasar keuangan global diperkirakan akan mencermati dampaknya terhadap pergerakan mata uang utama, termasuk dolar AS, serta arah kebijakan moneter di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.****

Pos terkait