Fajarasia.id – Sebanyak 163 ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut ratusan ambulans tersebut disebar ke 10 rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya.
“Dalam situasi kritis, kecepatan evakuasi sangat menentukan keselamatan. Ratusan ambulans bergerak serentak agar semua korban segera mendapat perawatan medis,” ujar AHY usai meninjau RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Selasa (28/4/2026).
RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid menjadi pusat penanganan dengan 72 pasien, terdiri dari 54 pasien rawat inap, 15 pasien rawat jalan, dan tiga korban meninggal dunia. Korban lainnya disebar ke sejumlah rumah sakit, termasuk RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Plumbon Cibitung, RS Bakti Kartini, RS Siloam Bekasi Timur, RS Hermina, serta RS Mitra Keluarga Bekasi Timur dan Barat.
AHY menegaskan seluruh korban dalam kondisi sadar dan didampingi keluarga. Ia juga mengapresiasi kolaborasi lintas instansi, mulai dari pemerintah daerah, KAI, Jasa Raharja, hingga BPJS Kesehatan, yang bergerak cepat dalam penanganan darurat.
Kecelakaan tragis ini menewaskan 15 penumpang dan melukai 84 orang. Sementara itu, 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat.***





