Fajarasia.id — Sebanyak 100 Bintara Remaja (Baja) angkatan 54/58 Polda Kalimantan Utara resmi dikukuhkan sebagai Bhayangkara sejati setelah menjalani pembinaan tradisi (bintra) selama sebulan penuh.
Prosesi pengukuhan ditandai dengan penyiraman air bunga dan penyematan baret oleh Kapolda Kaltara Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy bersama Ibu Asuh Polwan Polda Kaltara. “Pembaretan bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga tanggung jawab moral dan komitmen pengabdian kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kapolda.
Selama masa bintra, para Baja dibekali kemampuan teknis Samapta, mulai dari pengaturan lalu lintas, penjagaan, pengawalan, patroli (Turjawali), tindakan pertama di TKP, pengendalian massa (Dalmas), hingga search and rescue (SAR). Sebagai penutup, mereka memperagakan bela diri kolosal yang menekankan pelumpuhan tanpa menyakiti serta senam kolosal di hadapan Kapolda.
Kapolda menekankan bahwa tradisi Polri bukan sekadar seremonial, melainkan bagian penting dalam pembentukan karakter, disiplin, loyalitas, dan jiwa korsa. Ia juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial, sehingga setiap anggota dituntut profesional, responsif, humanis, dan berintegritas.****





