YLKI Minta Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis

YLKI Minta Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis

Fajarasia.id – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah menerapkan cukai untuk produk minuman manis dalam kemasan. Selain untuk mengendalikan konsumsi, hal itu demi mencegah semakin meningkatnya kasus diabetes pada anak-anak.

Demikian disampaikan Koordinator Advokasi Pangan YLKI, Rully Prayoga, pada perbincangan dengan RRI Pro 3, Senin (27/1/2025). “Cukai merupakan strategi pembatasan konsumsi dan mencegah dampak kesehatan serius akibat gula berlebih,” ujarnya

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat lonjakan kasus diabetes anak mencapai 70 kali lipat sejak 2010. Data menunjukkan anak-anak usia 10-14 tahun memiliki prevalensi tertinggi kasus diabetes yaitu sebesar 46 persen.

Sedangkan anak-anak di atas usia 14 tahun ke atas tercatat sebanyak 31 persen. Hampir 60 persen kasus diabetes dialami anak-anak perempuan, yang mencerminkan pola konsumsi yang tidak sehat.

Menurut Rully, konsumsi minuman manis dalam kemasan menjadi faktor utama penyebab peningkatan kasus diabetes pada anak. “Data IDAI menunjukkan lonjakan signifikan kasus ini diduga kuat akibat konsumsi minuman manis yang berlebihan,” katanya.

Potensi pendapatan cukai yang mencapai sekitar Rp3,2 triliun dapat dialokasikan untuk penanggulangan dan pencegahan penyakit terkait gula. Rully mengatakan dana cukai perlu diarahkan untuk membantu masyarakat rentan, khususnya anak-anak penderita diabetes.

YLKI menekankan pentingnya kebijakan ini segera diberlakukan guna menekan laju peningkatan kasus diabetes pada anak. “Pemerintah diharapkan bertindak tegas dan memastikan dana cukai digunakan untuk edukasi serta reformasi pola konsumsi masyarakat,” ujarnya.*****

Pos terkait