Fajarasia.id – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam mendorong ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia. Hal itu disampaikan dalam acara Pengukuhan dan Rapat Kerja Nasional Pengurus Nasional Karang Taruna Masa Bakti 2025–2030 yang berlangsung di Mall Alam Sutera, Banten, Sabtu (22/11/2025).
Menurut Irene, ekonomi kreatif bukan hanya soal pertumbuhan, tetapi juga praktik berkelanjutan yang bertanggung jawab.
“Ekonomi kreatif harus mengedepankan prinsip upcycling dan zero-waste. Generasi muda bisa menginisiasi hal ini di berbagai subsektor, seperti fesyen dan kriya,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan pemuda, termasuk Karang Taruna yang telah berusia 65 tahun, dalam memperkuat ekosistem kreatif dari tingkat komunitas.
Berdasarkan data BPS 2025, sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja, dengan 57,2 persen di antaranya berusia di bawah 42 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa pemuda adalah kelompok dominan yang menggerakkan pertumbuhan sektor kreatif.
Irene menambahkan, keberhasilan ekraf bergantung pada kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan pemuda.
Ketua Umum Karang Taruna, Budisatrio Djiwandono, menyampaikan bahwa organisasi kepemudaan ini akan menjadi mesin pemberdayaan masyarakat, mendorong kemandirian ekonomi, serta membangun kolaborasi lintas kementerian demi cita-cita Indonesia Emas 2045.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian turut memberikan apresiasi atas penguatan organisasi ini. Ia menilai Karang Taruna sebagai wadah penting bagi pemuda untuk belajar kepemimpinan dan memperkuat tanggung jawab sosial.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menekankan bahwa Karang Taruna mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dan menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial di daerah.
Rakernas Karang Taruna 2025–2030 ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat sinergi dengan pemuda sebagai “the new engine of growth”. Dengan semangat Karang Taruna Berdaya; Indonesia Sejahtera, acara ini menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang digerakkan dari akar rumput.****






