Wakapolri Dedi Prasetyo: Tragedi Bocah NTT Tak Boleh Terulang

Wakapolri Dedi Prasetyo: Tragedi Bocah NTT Tak Boleh Terulang

Fajarasia.id  — Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan rasa prihatin mendalam atas kematian tragis bocah YBS (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menegaskan Polri akan berada di garis depan untuk memastikan tragedi serupa tidak kembali terjadi dengan mengawal ketat program bantuan pemerintah agar tepat sasaran.

“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Polri harus memastikan implementasi program benar-benar menyentuh keluarga yang layak menerima,” ujar Dedi dalam rapat di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Komjen Dedi menekankan pentingnya sinergi antara Polri, pemerintah daerah, BPS, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan setiap rupiah APBN dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Ia juga menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui APBN 2026 yang menargetkan pengentasan kemiskinan ekstrem hingga 0 persen harus dikawal dengan pengawasan kuat.

“Tugas Polri adalah memastikan seluruh kebijakan sampai kepada rakyat, tepat sasaran, dan berjalan efektif di lapangan,” tegasnya.

Dedi menginstruksikan jajaran Kapolres untuk turun langsung ke masyarakat, melakukan pendataan keluarga miskin ekstrem, serta mendampingi warga agar dapat mengakses program bantuan pemerintah. Ia menekankan Polri harus menjadi jembatan kehadiran negara, bukan sekadar membuat laporan formal.

Program bantuan yang dikawal Polri mencakup PKH, bantuan sembako, beasiswa pendidikan, bantuan permakanan, JKN, rumah sejahtera terpadu, subsidi energi, sertifikat halal gratis, uang saku magang, program makan bergizi gratis, hingga cek kesehatan gratis.

“Semua program ini adalah wujud nyata kehadiran negara. Polri harus memastikan masyarakat mengetahui, mengakses, dan menerima haknya dengan mudah,” pungkas Dedi.

Pos terkait