Virus Wabah PMK Makin Merebak Di Haltim, Aliansi Mahasiswa Laporkan Bupati Paluta Andar Harahap

Virus Wabah PMK Makin Merebak Di Haltim, Aliansi Mahasiswa Laporkan Bupati Paluta Andar Harahap

Fajarasia.co – Gabungan Mahasiswa lintas Kampus yang mengatasnamakan Forum Aliansi Mahasiswa Putra/putri Paluta di Jakarta mengadakan pertemuan untuk membahas masalah habah ternak sapi dan kerbau di Kabupaten Paluta yang saat ini semakin merebah.

Menurut Junjungan Harahap, Pihaknya akan melaporkan Bupati Paluta Andar Harahap ke Mendagri karena dianggap Bupati Paluta Andar Harahap terkesan membiarkan ternak -ternak warga semakin banyak mati akibat diserang virus PMK.

“Saat ini Laporan dari masyarakat sudah ratusan ternak sapi maupun kerbau yang terjangkit virus PMK di Kabupaten Paluta, tapi hingga saat Bupati malah terkesan membiarkan hal tersebut, bahkan masyarakat kesulitan menemukan obat obatan untuk vaksin PMK di Paluta.” Ucap Junjungan Harahap ketua Aliansi Forum Mahasiswa Paluta di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Sehingga dasar itulah Pihaknya berniat akan menemui Mendagri Tito Karnavian untuk melaporkan Bupati Paluta.

“Iya ini tidak bisa kita biarkan , dan kita akan melaporkan Bupati ke Mendagri,” Ucapnya.

Sebelumnya, Masyarakat Peternak Sapi dan Kerbau di Halongonan Timur, Kabupaten Paluta mengeluhkan kelangkaan obat-obatan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kelangkaan obat terjadi pada antibiotik, antipiretik, vitamin, maupun desinfektan.

“Kami beberapa kali ikut rapat, ternyata dalam situasi darurat, pemerintah masih menggunakan jalur yang seperti normal saja sehingga step-step perizinan untuk mendatangkan bahan baku obat-obatan juga masih sama. Ini yang membuat terjadinya kelangkaan di banyak daerah,” ujar salah satu warga Halongonan Timur, Jumat (26/8/2022).

Sementara itu, B Siregar mengatakan saat ini sudah mulai banyak sapi ternak warga yang mati dan sakit akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Halongonan timur.

Bahkan menurutnya, Oknum kesehatan ternak di Kabupaten Paluta mengatakan akibat kelangkaan obat obatan vaksin PMK ini meminta agar melakukan vaksin mandiri dengan membeli sendiri obat – obatannya dan meminta dokter hewan menyuntikkannya .

Akan tetapi saat masyarakat hendak memvaksin mandiri, obat-obatannya sangat langkah.

“Daripada ternak kita mati begitu saja,kami siap vaksin mandiri asalkan obat -obatanya tersedia, walaupun kita mendengar sosialisasi pemerintah pusat vaksin itu gratis.” Ucapnya.****

Pos terkait