Fajarasia.id – Insiden tragis terjadi di Stasiun Bekasi Timur tadi malam, Senin (27/4), antara KA Argo Bromo Anggrek bertabrakan dengan KRL Commuter Line. Kecelakaan tersebut mengakibatkan korban jiwa dan puluhan penumpang mengalami luka-luka.
Data sementara mencatat sebanyak 38 penumpang KRL dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, enam orang dilaporkan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Anggota Komisi V DPR RI, Saadiah Uluputty, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
“Kami turut prihatin dan menyampaikan belasungkawa kepada para korban. Insiden ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” kata Saadiah lewat keterangannya, Selasa (28/4).
Saadiah menegaskan bahwa kecelakaan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian biasa. Ia meminta agar dilakukan investigasi menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti tabrakan tersebut.
“Kami mendesak dilakukan investigasi mendalam atas kejadian ini agar penyebabnya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Menurut politisi daerah pemilihan Provinsi Maluku itu, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam operasional transportasi publik, khususnya perkeretaapian.
Ia menilai insiden seperti ini sangat fatal dan berpotensi membahayakan nyawa banyak orang.
“Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dan kami berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depan. Kecelakaan seperti ini sangat fatal dan sangat berbahaya bagi keselamatan penumpang,” tegasnya.
Hingga kini, proses evakuasi penumpang masih dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, serta tim medis untuk memastikan seluruh korban mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Data yang diterima, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Namun, berdasarkan data sementara, enam penumpang KRL dinyatakan meninggal dunia dan 38 penumpang lainnya dirujuk ke beberapa rumah sakit, termasuk RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.****





